Breaking News:

Pasar Modal

Alasan Kenapa Investor Pasar Modal Sudah Lebih Tenang Menyikapi PPKM

Inarno Djajadi menyatakan, PPKM yang diberlakukan pemerintah tidak memengaruhi pencapaian kinerja pasar modal Indonesi

Jiji
Ilustrasi foto panel perdagangan saham di Pasar Modal Tokyo. 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA -- Direktur Utama (Dirut) Bursa Efek Indonesia (BEI), Inarno Djajadi menyatakan, PPKM yang diberlakukan pemerintah tidak memengaruhi pencapaian kinerja pasar modal Indonesia. Hal itu antara lain dibuktikan dari pergerakan IHSG.

"Walaupun kita ada PPKM, investor itu sudah lebih tenang menyikapinya, sehingga indeks pun tidak terlalu banyak berubah, sehingga year to date sampai hari Jumat (30/7) kemarin saja masih positif.

Indeksnya di 6.070. Kalau year to date-nya masih naik 1,52 persen," ujarnya, secara virtual, ketika wawancara eksklusif kepada Kompas.com, Selasa (3/8).

"Untuk PPKM ini kita sudah lebih tahan, lebih bisa melihat lebih jernih, dan tidak ada kepanikan terhadap investor tersebut. Ke depannya bagaimana, tentunya kita masih melihat bahwasanya di pasar modal masih bisa lebih positif," sambungnya.

Tak hanya dari indeks, Inarno menuturkan, dari frekuensi perdagangan di BEI juga menunjukkan peningkatan luar biasa. Begitu pula dengan jumlah investor. 

"Sebagai contoh, kalau kita lihat untuk saat ini bahwasanya nilai rata-rata RNTH atau transaksi harian sudah mencapai Rp 13,1 triliun, di mana ini kan dibandingkan dengan tahun lalu rata-rata (nilai transaksi hariannya) Rp 9,2 triliun, sehingga ada kenaikan 42 persen. Itu baru dari nilai transaksi," paparnya.

Menurut dia, volume transaksi juga menunjukkan peningkatan yang sama. "Kita lihat bahwasanya volumenya 18,6 juta lembar saham dan frekuensi per hari itu mencapai 1,2 sampai 1,3 juta kali per hari. Itu menunjukkan suatu luar biasa, termasuk yang tertinggi di ASEAN," ungkapnya.

Sementara dari sisi jumlah investor di pasar modal hingga Senin (2/8), mencapai 5,8 juta investor. Sedangkan jumlah investor saham menyentuh 2,5 juta yang telah mengantongi single investor identification (SID).

"Sampai kemarin, belum secara resmi, saya lihat itu secara keseluruhan sudah mencapai 5,8 juta. Itu data yang tercatat di KSEI. Kalau misalnya sahamnya sendiri itu sudah mencapai 2,5 juta dibandingkan tahun lalu, ada kenaikan 48 persen," terang Inarno.

Dirut jebolan Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta itu mengungkapkan, dari sisi suplai, per Juli ini tercatatkan ada 27 saham baru, di mana 25 perusahaan tercatat di pipeline BEI.

"Sampai saat ini juga, terdapat 739 perusahaan untuk yang saham saja. Dari beberapa pencapaian, enggak terlalu banyak (pengaruh PPKM-Red). Bahkan tidak ada pengaruhnya terhadap pasar modal," ucapnya.

Sementara itu, berdasarkan data RTI, IHSG pada Selasa (3/8), ditutup menguat pada level 6.130,57, naik 34 poin atau 0,56 persen.

Total nilai transaksi tercatat mencapai Rp 13,35 triliun dari 26,5 miliar lembar saham yang diperjualbelikan. Kapitalisasi pasar yang dicapai pun mencapai Rp 7332,36 triliun. (Kompas.com/Ade Miranti Karunia)

Baca juga: Bank dan Pasar Modal Beroperasi Terbatas selama Masa PPKM Darurat

Baca juga: OPINI Fatmawati Sungkawaningrum : Menanti Pasar Modal Syariah

Baca juga: Debut di Pasar Modal, Saham Bank Syariah Indonesia Diharapkan Bisa Jadi Primadona

Baca juga: OJK Catat Jumlah Investor Pasar Modal Melonjak 4 Juta di Tengah Pandemi

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved