Berita Kabupaten Tegal
Pedagang di Pasar Pepedan Kabupaten Tegal Galang Donasi untuk Pedagang yang Isoman dan Sakit
Aksi yang dilakukan para pedagang di Pasar Pepedan Dukuhturi Kabupaten Tegal patut dicontoh.
Penulis: Desta Leila Kartika | Editor: moh anhar
TRIBUNJATENG.COM, SLAWI - Aksi yang dilakukan para pedagang di Pasar Pepedan Dukuhturi Kabupaten Tegal patut dicontoh.
Karena mereka berinisiatif menggalang dana dengan nominal seikhlasnya untuk membantu pedagang lain yang sedang isolasi mandiri (isoman).
Tidak hanya pedagang yang sedang isoman, uang hasil galang dana tersebut biasanya juga dipakai untuk membantu pedagang yang sakit, meninggal dunia, dan melahirkan.
Meski di tengah pandemi Covid-19 dan masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang sedikit banyak berpengaruh terhadap pendapatan pedagang, namun mereka tetap saling peduli dan berusaha membantu seadanya.
Baca juga: Kisah Apriyani Kecil Dibuatkan Raket Kayu hingga Sukses Meraih Medali Emas Olimpiade Tokyo 2021
Baca juga: Suami Istri Bertengkar, 30 Rumah Ludes Terbakar, Ini Kronologi Peristiwa Mencekam di Palangkaraya
Baca juga: Mengharukan, Ini Video Kronologi Atlet Lompat Tinggi Turki dan Italia Berbagi Medali Emas
Seksi sosial paguyuban Pasar Pepedan, Sehu Amin mengatakan, awal mula gerakan galang dana ini hanya spontanitas tanpa dirancang sebelumnya.
Tak disangka, pedagang di Pasar Pepedan yang saat ini hanya diisi sekitar 50 persen dari jumlah keseluruhan menyambut positif dan mendukung gerakan ini.
"Alhamdulillah semuanya merespon positif karena prinsip kami dari pedagang untuk pedagang. Dengan kata lain uang donasi yang berhasil dikumpulkan nantinya diberikan kepada pedagang yang sedang sakit ataupun isoman," ungkap Sehu, pada Tribunjateng.com, Selasa (3/8/2021) kemarin.
Terkait proses pengumpulan donasi, Sehu menjelaskan, ia dan rekan-rekan di paguyuban dibantu pihak pasar membuat wadah dari kardus yang terdapat tulisan "donasi pedagang untuk pedagang isoman."
Nantinya ia didampingi petugas pasar keliling ke tiap kios membawa kardus tersebut dan menyodorkan ke pedagang.
Setelahnya pedagang akan memasukkan uang donasi mereka ke dalam kardus tersebut.
Nominal uang yang diberikan tidak dipatok sekian atau ditentukan berapa jumlahnya.
Dengan kata lain seikhlasnya pedagang ingin memberikan berapa atau semampunya.
"Kami tidak menentukan pedagang harus iuran berapa, intinya seikhlas dan semampunya mereka. Boleh Rp 1.000, Rp 2.000, dan lain-lain. Uang yang terkumpul nantinya diberikan ke pedagang Pasar Pepedan yang sedang isoman atau sakit, bisa juga diberikan dalam bentuk sembako," ungkapnya.
Ditanya apakah selama ini sudah pernah memberikan dana yang dikumpulkan untuk pedagang yang isoman, Sehu mengaku sejauh ini belum ada informasi atau laporan mengenai pedagang Pasar Pepedan yang positif Covid-19 lalu melakukan isolasi mandiri.
Hal ini disebabkan, tidak semua pedagang terbuka atau berani jujur semisal terpapar Covid-19 entah ke sesama pedagang ataupun petugas UPTD pasar.