Breaking News:

Berita Karanganyar

Pemkab Karanganyar Buka Pendaftaran Relawan Covid-19 di Tempat Isolasi, Honor Rp 2,25 Juta

Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Karanganyar membuka pendaftaran tenaga relawan yang nantinya ditugaskan di tempat isolasi terpusat pasien Covid-19.

Penulis: Agus Iswadi | Editor: m nur huda
TRIBUN JATENG/AGUS ISWADI
Kabid P2P DKK Karanganyar, Warsito. 

TRIBUNJATENG.COM, KARANGANYAR - Pemkab Karanganyar melalui Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) membuka pendaftaran tenaga relawan yang nantinya ditugaskan di tempat isolasi terpusat pasien Covid-19.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, pendaftaran tersebut telah dibuka sejak seminggu lalu. Tercatat sudah ada 31 orang pelamar hingga hari terakhir pendaftaran atau hari ini, Selasa (3/8/2021).

Sesuai persyaratan, tenaga relawan akan menerima gaji Rp 2,25 juta selama kontrak satu bulan.

Kabid P2P DKK Karanganyar, Warsito menyampaikan, dinas membutuhkan tenaga relawan dengan syarat pendidikan perawat atau bidan minimal D3 untuk membantu memantau kondisi pasien yang menjalani isolasi di tempat isolasi terpusat.

Lantaran tenaga relawan akan berhadapan langsung dengan pasien Covid-19, para pelamar akan diwawancara terkait motivasi serta kesiapan berhadapan langsung dengan pasien Covid-19. Mereka nantinya juga dibekali dengan APD lengkap.

Saat ini Satgas Covid-19 Kabupaten Karanganyar telah menyiapkan BLK Karangpandan dan Gedung Wanita Karanganyar sebagai tempat isolasi terpusat.

Selain itu Satgas Covid-19 juga tengah mempersiapkan tempat isolasi terpusat di lokasi lain yakni di Kecamatan Jaten dan Kecamatan Colomadu.

"Hari ini terakhir (pendaftaran). Kita butuhnya perawat atau bidan minimal D3. Kita butuh 28 orang," katanya kepada Tribunjateng.com di sela mengecek kesiapan Gedung Wanita Karanganyar sebagai tempat isolasi terpusat, Selasa (3/8/2021).

Dia menuturkan, tenaga relawan tersebut akan bertugas menerima pasien, mengatur tempat tidur serta memantau kondisi kesehatan pasien yang menjalani isolasi. Di Gedung Wanita dapat menampung sebanyak 150 orang dan BLK Karangpandan dapat menampung sebanyak 78 orang.

"Kan harus diatur tempat tidurnya. Ini positif berapa lama kalau berdekatan (waktunya) bisa dijadikan satu. Kalau lebih dari seminggu dipisahkan," ucapnya.

Tenaga relawan juga akan memantau kondisi kesehatan pasien secara daring kecuali dalam kondisi tertentu. Dia mencontohkan, apabila ada keluhan dari pasien akan diteruskan ke dokter penanggung jawab.

Apabila pasien membutuhkan rujukan, Tim PSC akan merujuk pasien tersebut ke RSUD Karanganyar.

"Kita sudah koordinasi dengan RSUD, minimal ada 4 ruangan kosong yang tidak boleh diisi kecuali dari isolasi terpusat," ungkap Wasito.

Dia menjelaskan, nakes di fasyankes tidak memungkinkan untuk ditugaskan di tempat isolasi terpusat. Mengingat tugas mereka di daerah juga banyak seperti testing, tracing, vaksin dan lainnya.

"Itu (tenaga relawan) akan bertugas selama satu bulan kontrak," pungkasnya. (Ais)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved