Breaking News:

Berita Pekalongan

Pemkot Pekalongan Beri Kelonggaran Pelaku Usaha Saat PPKM Level 4

Pemerintah memutuskan memperpanjang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4 mulai 3 hingga 9 Agustus 2021.

Penulis: Indra Dwi Purnomo | Editor: Daniel Ari Purnomo
Tribun Jateng/Indra Dwi Purnomo
Wali Kota Pekalongan Achmad Afzan Arslan Djunaid 

TRIBUNJATENG.COM, PEKALONGAN -Pemerintah memutuskan memperpanjang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4 mulai 3 hingga 9 Agustus 2021.

Menyikapi hal tersebut, Wali Kota Pekalongan Achmad Afzan Arslan Djunaid mengungkapkan, berdasarkan data dari pusat Kota Pekalongan masuk dalam wilayah daerah dengan kriteria level 4 bersama 22 kabupaten/kota lainnya di Jawa Tengah.

"Kasus Covid-19 Kota Pekalongan saat ini mulai menurun, kami memberlakukan sejumlah kelonggaran di sentra ekonomi selama PPKM level 4 hingga 9 Agustus 2021 mendatang," ungkap Wali Kota Pekalongan Achmad Afzan Arslan Djunaid, Rabu (4/8/2021).

Terkait hal ini, Aaf panggilan akrabnya Wali Kota Pekalongan melonggarkan beberapa aktivitas di antaranya pasar tradisional.

Pihaknya juga memberikan pelonggaran kepada pelaku usaha sektor makanan, perhotelan, sektor hiburan, hingga penyelenggaraan resepsi pernikahan pada perpanjangan PPKM Level 4 ini.

"Kita longgarkan sedikit demi sedikit, ada beberapa sektor yang akhirnya diperbolehkan dibuka, tetapi keterkaitan pembatasan jam operasional tetap dilakukan sampai jam 20.00 WIB untuk semua sektor usaha."

"Meski kasus Covid-19 saat ini sudah melandai dan adanya sejumlah kelonggaran, kami agar masyarakat tetap menjaga protokol kesehatan agar tak terpapar Covid-19," ucapnya.

Aaf menambahkan pasar tiban sudah mulai dibuka tetapi dengan pembatasan hanya untuk warga ber KTP Pekalongan yang boleh buka disitu, karena ini untuk mengurai keramaian dan dari Dindagkop-UKM juga sudah ada datanya.

Sementara, untuk resepsi pernikahan sudah boleh dilakukan dengan wajib prokes.

"Ini yang harus dicermati untuk pengelola hotel, gedung, pelaku usaha catering dengan pembatasan 30 persen dari kapasitas ruangan/gedung. Untuk hiburan monggo boleh dilakukan, tetapi tidak boleh ada prasmanan atau makan di tempat, dan protokol kesehatan ini yang kami tekankan lebih penting," tambahnya. (Dro)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved