Breaking News:

KKN Unnes

Pertama di Brebes Pembangunan Rumah Teknologi RUSPIN, Mahasiswa KKN Unnes Gelar Pelatihan

Paguyangan, Pembangunan Rumah Baru menggunakan teknologi Rumah Unggul Sistem Panel Instan Desa Paguyangan merupakan pertama di Kabupaten Brebes.

Editor: abduh imanulhaq
IST
Pembangunan rumah baru dilakukan dengan metode RUSPIN dengan estimasi pembangunan 3-4 hari dan pembiayaan yang lebih terjangkau. 

TRIBUNJATENG.COM, BREBES - Pembangunan rumah baru menggunakan teknologi RUSPIN (Rumah Unggul Sistem Panel Instan) Desa Paguyangan merupakan pertama di Kabupaten Brebes.

Pembentukan komunitas yang diberi nama Paguyangan Bersemi merupakan langkah awal yang dilakukan.

Komunitas tersebut berawal dari sebuah komunitas sepeda Ogleg Goes.

Diawali dari analisis warga yang tidak memiliki rumah yang dilakukan dengan metode door to door ke rumah warga di Desa Paguyangan.

Hal ini dilakukan untuk mengetahui warga yang belum memiliki rumah yang kemudian akan diajukan ke Disperakim (Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukinan) agar mendapatkan bantuan pembangunan rumah.

Dari pengajuan yang telah dilakukan pada sekitar 35 unit rumah, terdapat 21 unit yang disetujui dan dibangun pada tahun 2021 ini.

“Mengajukan 35, terus kebetulan yang di terima 21 unit,” kata Pak Bambang, Sekretaris Komunitas Paguyangan Bersemi.

Pengajuan pembangunan rumah baru memiliki beberapa syarat di antaranya memiliki Kartu Keluarga sendiri, belum memiliki rumah, memiliki tanah, dan beberapa syarat lain yang harus dipenuhi.

Pembangunan rumah baru dilakukan dengan metode RUSPIN dengan estimasi pembangunan 3-4 hari dan pembiayaan yang lebih terjangkau.

“Prosesnya sekarang sudah sampai umpak, panelnya nanti akan dikirim,” jelas Pak Bambang.

Langkah lanjutan untuk memperkenalkan metode baru dalam pembangunan rumah dan pengajuan, Mahasiswa KKN Tematik Desa Paguyangan memfasilitasi masyarakat melalui pelatihan pembangunan rumah baru dengan metode RUSPIN dan cara pengajuan.

“Adanya pelatihan ini harapannya dapat memperkenalkan metode baru dalam pembangunan rumah dengan biaya yang lebih terjangkau dan waktu singkat serta memperkenalkan bagaimana cara pengajuan bantuan untuk pembangunan rumah baru,” tutur Sabila selaku Koordinator mahasiswa KKN Tematik Desa Paguyangan.

Diadakannya pelatihan tersebut harapannya dapat memberikan edukasi bagi masyarakat Desa Paguyangan sehingga dapat mengurangi permasalahan RTLH (Rumah Tidak Layak Huni) di desa tersebut. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved