Breaking News:

Berita Pati

Soal Wacana Pembongkaran, Camat Margorejo Pati Kumpulkan Pemilik Bangunan di Lokalisasi Lorong Indah

Para pemilik lahan dan bangunan di kompleks lokalisasi Lorong Indah alias Lorong Indah (LI) dikumpulkan di Kantor Kecamatan Margorejo

Penulis: Mazka Hauzan Naufal | Editor: muslimah

TRIBUNJATENG.COM, PATI - Para pemilik lahan dan bangunan di kompleks lokalisasi Lorong Indah alias Lorong Indah (LI) dikumpulkan di Kantor Kecamatan Margorejo, Rabu (4/8/2021).

Mereka mengikuti pertemuan dengan pihak Satpol PP dan pemerintah kecamatan untuk berdialog dan mendapatkan arahan mengenai wacana pembongkaran kompleks prostitusi tersebut.

Sebelumnya, Satpol PP Pati juga telah melayangkan surat pemberitahuan kepada pengelola LI, bahwa keberadaan LI melanggar ketentuan tata ruang wilayah yang berlaku. Seluruh bangunan di sana juga didirikan tanpa adanya Izin Mendirikan Bangunan (IMB).

"Kami diminta mengisi blangko untuk pendataan. Namun, sekarang kondisi LI sedang kosong karena PPKM. Nanti setelah kondisi normal baru bisa kami memberi penjelasan pada warga kami," ujar Ketua Paguyuban Lorog Indah Mastur.

Disinggung mengenai wacana pembongkaran LI, pihaknya menyebut akan menunggu saja penjelasan dari pemerintah daerah.

"Jadi tidak usah 'begini-begitu'. Kami tunggu saja. Semua keputusan kalau dari pemerintah ya kami terima," kata dia.

Mastur menjelaskan, dari puluhan bangunan yang berada di LI. Mayoritas berstatus hak milik. Hanya sebagian kecil yang sewa.

"Kalau 'anak-anak' (pekerja seks komersial), semua penghuni di dalamnya, itu antara 300 sampai 400-an," tutur dia.

Dikonfirmasi mengenai legalitas IMB para pemilik bangunan, Mastur mengaku tidak tahu persis.

"Kalau IMB saya tidak tahu, saya jadi ketua paguyuban baru delapan tahun. Sedangkan berdirinya LI sudah 22 tahun. Jadi saya tidak tahu awal pendiriannya," tandas dia.

Sementara, Camat Margorejo Luky Pratugas Narimo mengatakan, pertemuan ini merupakan tindak lanjut dari giat Polres Pati bersama Satpol PP dan Forkopimcam pada Senin (2/8/2021) malam lalu.

"Senin malam itu kami ke LI, minta Pak Mastur untuk bisa menghadirkan perwakilan para pemilik lahan di sana. Karena terus terang kami belum punya data secara akurat," kata dia.

Luky menyebut, pihaknya memang belum memiliki data mengenai pemilik lahan dan bangunan di LI. Termasuk berapa dan siapa saja yang berstatus menyewa.

"Maka kami awali dulu dengan mengumpulkan data pemilik lahan, termasuk legalitasnya seperti apa. Apakah nanti ada pertemuan lanjutan, kami belum tahu, tergantung pimpinan. Setelah data terkumpul, kami serahkan dulu ke Satpol PP," tandas dia. (mzk)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved