Breaking News:

Berita Pati

Terkait Wacana Pembongkaran Kawasan Prostitusi LI di Pati, Ini Kata Bupati Haryanto

Bupati Pati Haryanto angkat bicara terkait wacana pembongkaran kawasan prostitusi Lorok Indah alias Lorong Indah (LI), Margorejo.

Penulis: Mazka Hauzan Naufal | Editor: moh anhar

TRIBUNJATENG.COM, PATI - Bupati Pati Haryanto angkat bicara terkait wacana pembongkaran kawasan prostitusi Lorok Indah alias Lorong Indah (LI), Margorejo.

Dia menyebut, pihaknya sudah melakukan langkah pendekatan terhadap para pemilik bangunan di sana untuk melakukan penertiban.

“Kami lakukan identifikasi, yang punya siapa, menggunakan tanah (secara) benar atau tidak, ada izinnya atau tidak, yang usaha dipakai usaha apa saja. Ada tindakan pendekatan secara preventif. Kalau memang preventif tidak bisa, kami lakukan sesuai mekanisme hukum yang ada,” kata Haryanto saat diwawancarai awak media di Pendopo Kabupaten Pati, Kamis (5/8/2021).

Baca juga: Ada Batasan Kuota, Pendaftar Program Isi Oksigen Gratis di Balai Kota Semarang Cemas Tak Kebagian

Baca juga: Selain Vonis 10 Tahun Penjara, Izin Kepemilikan Senjata Api Lukas Jayadi Juga Dicabut 

Baca juga: 2.320 Paket Bantuan Sembako dari Kemenag Kendal bagi Warga Terdampak PPKM

Dia membenarkan bahwa pemerintah daerah memang berupaya mengembalikan kawasan LI sesuai fungsi tata ruangnya, yakni sebagai lahan pertanian pangan berkelanjutan.

“Kami tidak berani melanggar tata ruang. Sebab ada sanksi pidana berlapis, dendanya miliaran. Kita selama ini tidak pernah melanggar itu. Kalau orang membangun di sana hanya dipakai untuk tempat tinggal, mungkin bisa (ditoleransi). Tapi ini kan dipakai untuk bisnis, bisnis kan ada aturannya,” kata dia.

Untuk diketahui, bangunan-bangunan di kawasan prostitusi LI memang secara kasat mata merupakan tempat usaha, di antaranya kafe karaoke dan panti pijat.

Haryanto menegaskan, untuk membangun tempat usaha, ada beberapa jenis perizinan yang harus dipenuhi pemiliknya.

Adapun para pemilik bangunan di LI, menurutnya tidak satu pun yang mengantongi legalitas usaha.

“Mereka sudah kami undang. Ada puluhan jumlah mereka, tapi baru perwakilan yang datang. Mayoritas orang luar daerah. Dilihat dari KTP-nya ada yang dari Malang, Surabaya, Semarang, Jepara, Kudus, dan lain-lain. Orang Pati hanya dua,” kata dia.

Haryanto menyebut, upaya penertiban LI akan pihaknya lakukan sesuai koridor hukum. Dia berharap para pemilik bangunan di sana bisa memahami.

“Ini negara hukum, kalau misalnya sadar, orang dari luar daerah tadi saya harap tidak meneruskan. Atau bisa mengalihkan usahanya di lain daerah. Kalau ingin membangun ya bangun yang benar sesuai peraturan, bertempat di lokasi yang memang bisa dipakai untuk membangun,” tutur dia.

Baca juga: Loker Lowongan Kerja Karir Terbaru di Semarang Kamis 5 Agustus 2021

Baca juga: Chord Gitar Sheila On 7 Anugerah Terindah yang Pernah Ku Miliki

Baca juga: Alumni Teknik Sipil Unissula Semarang Bicara Pentingnya Soft Skills di Dunia Kerja

Ditanya mengenai langkah lanjutan, Haryanto menjelaskan bahwa sesuai masukan Kapolres, pihaknya telah membentuk tim khusus untuk menangani persoalan ini.

“Nanti mereka bekerja, tindakan berikutnya bagaimana, akan kita lakukan. Kita ikuti saja. Semua ada tahapannya,” tandas dia. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved