Breaking News:

Berita Jateng

Viral di Medsos, 40 Pekerja Asal Jawa Tengah Terlantar di NTT, Ada Masalah Upah

Informasi 40 pekerja asal Jateng yang terlantar di Atambua, Kabupaten Belu, NTT.

Penulis: m zaenal arifin | Editor: Daniel Ari Purnomo
Disnakertrans Jateng
Perwakilan Paguyuban Sidomukti memberikan bantuan kepada para pekerja asal Jateng yang terlantar di Atambua, Belu, NTT. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Jateng telah berkoordinasi dengan Disnaker Nusa Tenggara Timur (NTT) menelusuri informasi 40 pekerja asal Jateng yang terlantar di Atambua, Kabupaten Belu, NTT.

Dari koordinasi yang dilakukan, Disnaker NTT melalui Disnaker Kabupaten Belu langsung mencari keberadaan para pekerja yang diinfokan terlantar tersebut.

"Kami (Disnakertrans Jawa Tengah--red) dan Grobogan koordinasi dengan Disnaker NTT. Sudah ditelusur Disnaker NTT dan sudah ketemu para pekerja," kata Kepala Disnakertrans Jateng, Sakina Rosellasari kepada Tribun Jateng melalui pesan WhatsApp, Kamis (5/8/2021) malam.

Ia menuturkan, persoalan yang dialami para pekerja adalah masalah upah yang tidak sesuai permintaan. Sehingga para pekerja memutuskan berhenti.

Sakina tidak menjelaskan secara detil bagaimana kondisi para pekerja. Namun, Pemerintah Kabupaten Belu telah memberikan beberapa bantuan, di antaranya sembako.

"Kejadian ini (pekerja terlantar--red) seperti tahun lalu, juga dari Kabupaten Grobogan. Kami akan langsung berkoordinasi dan gercep (gerak cepat). Kami akan menjembatani antara pekerja dengan pemberi kerja termasuk dengan mandornya," ujarnya.

Diungkapkannya, pada tahun lalu juga ada 40 pekerja yang mengalami kondisi yang sama. Mereka direkrut dan dibawa oleh seorang mandor untuk bekerja kontruksi pada satu tempat.

"Kami masih cek apakah mandornya sama seperti tahun lalu. Disnaker Grobogan juga sedang melakukan pendalaman," tuturnya.

Sebelumnya, sebuah video di medsos menjadi viral. Video tersebut menceritakan 40 pekerja bangunan asal Jateng terlantar di Atambua, Belu, NTT.

Dalam unggahan akun @grobogantoday menulis ada 40 pekerja bagunan asal Jateng yang terlantar di Atambua, NTT. Mereka kebanyakan berasal dari Kabupaten Grobogan, yakni 36 orang. Sementara empat orang lainnya Demak (dua orang), Jepara, dan Blora.

Mereka terlantar setelah upahnya tak dibayarkan saat mengerjakan proyek pembangunan Universitas Pertahanan di Kabupaten Belu, NTT. Para pekerja itu pun mengungsi di rumah seorang warga yang diketahui bernama Rasmo Weaituan.

Video itu juga menampilkan sekelompok orang yang tengah jongkok dan makan bersama beralaskan daun pisang di sebuah permukiman. Sementara beberapa orang lain tampak menyaksikan orang-orang yang tengah berebut makanan.

"Pihak proyek belum memberikan kepastian terkait upah yang harus dibayarkan. Padahal dalam kesepakatan hanya dua gedung, bukan tiga gedung. Sedangkan upah kami yang sepekan terakhir belum juga dibayar tetapi kami dituntut untuk terus bekerja. Saya dan teman-teman menolak untuk melanjutkan pekerjaan tanpa kepastian terkait upah. Bukan cuma itu, saya diancam akan dipenjarakan juga apabila tidak melanjutkan pekerjaan," kata kepala tukang, Muin (42), dikutip dari unggahan @grobogantoday. (Nal)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved