Breaking News:

Bakal Turunkan Suku Bunga, LPS Ingin Pacu Orang Kaya Berbelanja

penurunan suku bunga penjaminan mungkin saja membuat orang kaya yang menikmati suku bunga besar menjadi 'risih' dan kembali berbelanja.

Editor: Vito
Baihaki/KONTAN
Ilustrasi - Kantor LPS 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) mengungkapkan kesiapan kembali menurunkan suku bunga penjaminan.

Pasalnya, lembaga yang menjamin tabungan nasabah itu masih memiliki cukup ruang untuk menurunkan suku bunga penjaminan.

Ruang penurunan terlihat dari spread antara suku bunga acuan Bank Indonesia dengan suku bunga penjaminan LPS.

"Kita lihat LPS masih punya ruang untuk menurunkan suku bunga lebih lanjut. Di Bank Indonesia (BI) sekarang 3,5 persen, di kami masih 4 persen," kata Ketua Dewan Komisioner LPS, Purbaya Yudhi Sadewa, dalam konferensi pers hasil rapat KSSK, secara virtual, di Jakarta, Jumat (6/8).

Menurut dia, pihaknya akan melihat secara detil faktor yang memungkinkan suku bunga penjaminan kembali turun. Penurunan suku bunga penjaminan juga mempertimbangkan faktor pemulihan ekonomi nasional.

Bila suku bunga turun, Purbaya menuturkan, ada potensi dana jumbo keluar dari perbankan. Dana-dana jumbo itu adalah tabungan para orang tajir di atas Rp 5 miliar.

Dia menambahkan, penurunan suku bunga penjaminan mungkin saja membuat orang kaya yang menikmati suku bunga besar menjadi 'risih' dan kembali berbelanja.

"Orang kaya yang tadinya enggan belanja karena mungkin menikmati bunga yang besar, ketika turun lagi mungkin dia tidak akan enggan untuk belanja, sehingga mereka mulai belanja lagi," ucapnya.

Tercatat selama pandemi, simpanan nasabah kaya ini justru melonjak. Mereka lebih cenderung menyimpan uangnya di perbankan, alih-alih melakukan aktivitas konsumsi.

LPS mencatat, nasabah dengan saldo tabungan di atas Rp 5 miliar tumbuh 15 persen secara tahunan (year on year/yoy) di kuartal II/2021.

"Kalau orang kaya mulai belanja, harusnya ekonomi semakin terdorong. Dan (masyarakat) di bawah akan menerima dampak positif dari belanja orang kaya tadi, sehingga ekonomi akan bergulir lebih cepat. Saya pikir akan mendorong pertumbuhan ekonomi," jelasnya. (Kompas.com/Fika Nurul Ulya)

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved