Khotbah Jumat
Khutbah Jumat Singkat Alquran sebagai Hudan Linnas
Berikut khutbah jumat singkat dengan tema Alquran sebagai Hudan Linnas dikutip dari laman resmi YPKPI Masjid Raya Baiturrrahman Simpanglima Semarang.
Penulis: Muhammad Khoiru Anas | Editor: abduh imanulhaq
Klik di Sini untuk Membaca Berita Lainnya tentang Kumpulan Materi Khutbah
TRIBUNJATENG.COM - Berikut khutbah jumat singkat dengan tema Alquran sebagai Hudan Linnas.
Sesuai judul, materi khutbah jumat ini tentang Alquran sebagai Hudan Linnas.
Materi khutbah jumat ini dikutip dari laman resmi Yayasan Pusat Kajian dan Pengembangan Islam (YPKPI) Masjid Raya Baiturrrahman Simpanglima Semarang.
Baca juga: Khutbah Jumat Singkat Melatih Kesabaran Diri
Baca juga: Khutbah Jumat Singkat, Makna Spiritual Ibadah Haji
Baca juga: Khutbah Jumat Singkat Hikmah Zulhijah
Baca juga: Khutbah Jumat Singkat Akidah dalam Mendidik Anak
Selengkapnya simak materi khutbah jumat singkat dengan tema Alquran sebagai Hudan Linnas.
Khutbah I
الحَمْدُ لِلّهِ الَّذِى جَعَلَ الْبَيْتَ مَثَابَةً لِلنَّاسِ وَأَمْنـًـا أَشْهَـدُ أَنْ لَا ِالَهَ اِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ جَـعَـلَ حَجَّ اْلبَيْتِ مِنَ الشَّرِيْعَةِ رُكْنًا وَصَرَّفَ وُجُوْهَنَا اِلىَ قِبْلتَِهِ فَكاَنَ مِنْ نِعْمَتِهِ اْلعُظْمَى وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ خَيْرُ مَنْ طَافَ بِاْلبَيْتِ الْعَتِيْقِ ذَاكِرًا أَسْمَاءَ رَبِّهِ الْحُسْنَى اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلىَ سَيِّدِنَا وَحَبِيْبِنَا وَ شَفِيْعِنَا وَقُرَّةِ أَعْيُنِنَا مُحَمَّدٍ وَ عَلَى أَلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَأَتْبَاعِهِ اِلَى يَوْمِ اْلقِيَامَةِ أَمَّا بَعْـدُ فَيَا أَيُّهَا النَّاسُ أُوْصِيْكُمْ وَ نَفْسِي بِتَقْوَى اللهِ فَإِنَّ خَيْرَ الزَّادِ التَّقْوَى وَهِيَ نِعْمَةُ العُدَّةِ لِيَوْمِ اْلمِيْعَــادِ قال الله تعالى في القرأن العظيم
Kaum muslimin jamaah jum'ah yang dirahmati Allah
Puji dan syukur mari senantiasa kita panjatkan ke hadirat Allah SWT atas limpahan rahmat dan hidayah-Nya, sampai saat ini kita masih dalam lindungan Allah, sehat wal 'afiat dapat melaksanakan tugas dan kewajiban kita sebagai hamba Allah.
Lebih dari itu mari kita senantiasa meningkatkan iman dan takwa kepada Allah.
Dengan takwa yang sesungguhnya, artinya bukan takwa yang hanya sekedar kamuflase, bukan takwa yang hanya saat berada di tengah-tengah keluarga maupun saat kita sedang berada di tempat suci seperti sekarang ini.
Akan tetapi takwa yang haqqo tuqotih di manapun dan kapanpun kita berada.
Jamaah jum'ah yang dirahmati Allah
Allah telah mewajibkan kepada kita untuk mengimani kita-kitab suci sebagai salah satu rukun iman.
Mengimani kitab-kitab suci selain kepada Alquran adalah mempercayai dengan sepenuh hati bahwa Allah telah menurunkan kitab Taurat kepada Nabi Musa yang berisi petunjuk jalan kebaikan bagi umat Nabi Musa.
Iman kepada kitab Zabur adalah mengimani dengan sepenuh hati bahwa Allah telah menurunkan Kitab Zabur kepada Nabi Dawud yang berisi petunjuk jalan kebaikan bagi umat Nabi Dawud.
Demikian juga iman kepada Kitab Injil, yakni mengimani dengan sepenuh hati bahwa Allah telah menurunkan Kitab Injil kepada Nabi Isa sebagai pedoman dan petunjuk kebaikan bagi umat Nabi Isa AS.
Beriman kepada Alquran sebagai sebuah kitab suci artinya kita bukan hanya mempercayai bahwa Allah telah menurunkan Alquran sebagai kitab suci yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW.
Akan tetapi mengimani Alquran sebagai kitab suci adalah kita harus mempercayai dengan sepenuh hati bahwa Allah telah menurunkan Alquran kepada umat Islam melalui Nabi Muhammad untuk menjadi kompas atau arah dan pedoman bagi umat Islam dan alam semesta sampai akhir zaman supaya terhindar dari kerugian dan kehancuran.
Tidak ada satupun kitab suci di dunia yang dibaca oleh beratus juta pemeluknya setiap hari,
Tidak ada satupun kitab suci di dunia ini yang dihafal oleh ribuan bahkan jutaan umatnya,
Tidak ada satupun kitab suci di dunia ini yang susunan bahasanya mengandung nilai sastra yang sangat tinggi.
Tidak ada satupun kitab suci di dunia ini yang masih terjaga orisinalitasnya mulai saat di mana wahyu diturunkan hingga saat sekarang ini, bahkan hingga akhir zaman.
Allah SWT bahkan menjamin akan menjaga Alquran hingga akhir masa.
Firman Allah Surat Al Hijr ayat 9 berbunyi :
اِنَّا نَحْنُ نَزَّلْنَا الذِّكْرَ وَاِنَّا لَهٗ لَحٰفِظُوْنَ
"Sesungguhnya Kamilah yang menurunkan Alquran, dan pasti Kami (pula) yang memeliharanya."
Akan tetapi kehebatan Alquran itu bukan hanya karena banyaknya umat yang membacanya, bukan karena banyaknya umat yang menghafalkannya, bukan hanya indah susunan kalimatnya yang mengandung nilai sastra yang sangat tinggi, bukan juga karena terjaga orisinalitasnya hingga akhir zaman, akan tetapi lebih dari itu kehebatan Alquran adalah karena fleksibilitas ajaran Alquran yang senantiasa sesuai dengan kondisi zaman.
Inilah yang disebut Alquran sebagai mukjizat yang mampu melemahkan siapa saja yang berusaha untuk menandingi Alquran sepanjang masa, menandingi membuat susunan redaksionalnya, prediksi-prediksi pada keadaan yang akan datang sebagaimana yang telah banyak disebut dalam Alquran, menandingi dalam membuat kisah-kisah peristiwa yang terjadi pada masa lalu, bahkan berusaha untuk menolak dan menentang dengan berbagai macam cara.
Allah telah menjawab tantangan orang-orang yang masih meragukan Alquran secara tegas sebagaimana disebutkan dalam Surat Al Baqarah ayat 23 dan 24:
اِنْ كُنْتُمْ فِيْ رَيْبٍ مِّمَّا نَزَّلْنَا عَلٰى عَبْدِنَا فَأْتُوْا بِسُوْرَةٍ مِّنْ مِّثْلِهٖ ۖ وَادْعُوْا شُهَدَاۤءَكُمْ مِّنْ دُوْنِ اللّٰهِ اِنْ كُنْتُمْ صٰدِقِيْنَ
23. "Dan jika kamu meragukan (Alquran) yang Kami turunkan kepada hamba Kami (Muhammad), maka buatlah satu surah semisal dengannya dan ajaklah penolong-penolongmu selain Allah, jika kamu orang-orang yang benar."
فَاِنْ لَّمْ تَفْعَلُوْا وَلَنْ تَفْعَلُوْا فَاتَّقُوا النَّارَ الَّتِيْ وَقُوْدُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ ۖ اُعِدَّتْ لِلْكٰفِرِيْنَ
24. "Jika kamu tidak mampu membuatnya, dan (pasti) tidak akan mampu, maka takutlah kamu akan api neraka yang bahan bakarnya manusia dan batu, yang disediakan bagi orang-orang kafir."
Jamaah jum'ah yang dirahmati Allah
Kehebatan dan kemukjizatan Alquran yang pernah menguasai dunia pada abad pertengahan masehi tidaklah mempunyai pengaruh apa-apa bagi kemajuan dan kejayaan umat Islam.
Sekarang ini manakala kita sebagai pewaris ajaran Alquran tidak menjadikan Alquran sebagai imam dalam kehidupan, tidak menjadikan Alquran sebagai pedoman dalam kehidupannya, tidak menjadikan Alquran sebagai hakim dalam menentukan arah kehidupan namun hanya menjadikan Alquran sebagai pelengkap dan penghias dalam rumah-rumah kita, Alquran hanya dijadikan tumbal pengusir hantu.
Itulah realitas dalam kehidupan kita dan inilah yang menjadikan kondisi umat Islam, terpuruk dan direndahkan oleh umat lain.
Bahkan cenderung menjadi bulan-bulanan umat lain.
Untuk itu, guna meraih kembali kejayaan umat sebagaimana yang telah diraih oleh para pendahulu kita, para sahabat, assabiqunal awwalun, maka hendaknya kita bercermin kembali bagaimana para sahabat mensikapi Alquran, bagaimana Abu Bakar Ash Shidiq, Umar bin Khattab yang tadinya saling berbantah-bantahan dan berselesih faham berubah menjadi saling berangkulan meminta dan memberi maaf secara tulus.
Bagaimana sahabat Tsabit ibn Qais menangis sesenggukan tidak keluar rumah selama 3 hari 3 malam karena khawatir tanpa disadari seluruh amal ibadahnya tidak diterima Allah lantaran mempunyai suara keras.
Setelah turun petunjuk dari Allah tentang larangan bersuara melebihi suara nabi, sebagaimana firman Allah dalam Surat Al Hujurat ayat 2:
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا لَا تَرْفَعُوْٓا اَصْوَاتَكُمْ فَوْقَ صَوْتِ النَّبِيِّ وَلَا تَجْهَرُوْا لَهٗ بِالْقَوْلِ كَجَهْرِ بَعْضِكُمْ لِبَعْضٍ اَنْ تَحْبَطَ اَعْمَالُكُمْ وَاَنْتُمْ لَا تَشْعُرُوْنَ
"Wahai orang-orang beriman! Janganlah kamu meninggikan suaramu melebihi suara nabi, dan janganlah kamu berkata kepadanya dengan suara keras sebagaimana kerasnya (suara) sebagian kamu terhadap yang lain, nanti (pahala) segala amalmu bisa terhapus sedangkan kamu tidak menyadari."
Kemudian Abu Tholhah menyerahkan semua kebun kurma yang menjadi tulang punggung kehidupan keluarganya untuk perjuangan Islam.
Sahabat Zaid bin Harist menyerahkan satu-satunya kuda yang sangat ia sayangi untuk kepentingan Islam setelah mendengar turunnya Alquran Surat Ali Imran ayat 92 yang berbunyi :
`لَنْ تَنَالُوا الْبِرَّ حَتّٰى تُنْفِقُوْا مِمَّا تُحِبُّوْنَ ۗوَمَا تُنْفِقُوْا مِنْ شَيْءٍ فَاِنَّ اللّٰهَ بِهٖ عَلِيْمٌ
"Kamu tidak akan memperoleh kebajikan, sebelum kamu menginfakkan sebagian harta yang kamu cintai. Dan apa pun yang kamu infakkan, tentang hal itu sungguh, Allah Maha Mengetahui."
Inilah cermin para sahabat nabi yang dengan penuh keyakinan dan ketulusan hati memenuhi panggilan Alquran.
Inilah kunci kejayaan yang telah diraih pada masa lalu, mereka takut jika meninggalkan Alquran, maka Allah akan menyengsarakannya di dunia maupun di akhirat, sebagaimana firman Allah dalam Surat Thoha : 124-126 yang berbunyi:
مَنْ اَعْرَضَ عَنْ ذِكْرِيْ فَاِنَّ لَهٗ مَعِيْشَةً ضَنْكًا وَّنَحْشُرُهٗ يَوْمَ الْقِيٰمَةِ اَعْمٰى
"Dan barang siapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sungguh, dia akan menjalani kehidupan yang sempit, dan Kami akan mengumpulkannya pada hari Kiamat dalam keadaan buta."
قَالَ رَبِّ لِمَ حَشَرْتَنِيْٓ اَعْمٰى وَقَدْ كُنْتُ بَصِيْرًا
"Dia berkata, “Ya Tuhanku, mengapa Engkau kumpulkan aku dalam keadaan buta, padahal dahulu aku dapat melihat?"
قَالَ كَذٰلِكَ اَتَتْكَ اٰيٰتُنَا فَنَسِيْتَهَاۚ وَكَذٰلِكَ الْيَوْمَ تُنْسٰى
"Dia (Allah) berfirman, demikianlah, dahulu telah datang kepadamu ayat-ayat Kami, dan kamu mengabaikannya, jadi begitu (pula) pada hari ini kamu diabaikan."
Khutbah II
بارك الله لى ولكم فى القران العظيم ونفعنى واياكم بما فيه من الايت والذكر الحكيم وتقبل منى ومنكم تلاوته انه هو السميع العليم.
واستغفرالله العظيم لى ولكم ولوالدى ولوالد يكم ولسائرالمسلمين والمسلمات فاستغفروه فيا فوزالمستغفرين ويا نجاة التا ئبين
Demikian materi khutbah jumat singkat, semoga bermanfaat.
(*)
Klik di Sini untuk Membaca Berita Lainnya tentang Kumpulan Materi Khutbah
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/khutbah-singkat-idul-fitri-syawal-bulan-peningkatan-amal.jpg)