Breaking News:

Berita Semarang

Konsumsi Oksigen di Kota Semarang Turun 60 Persen, Hakam : Jumlah Pasien Covid-19 Juga Menurun

Di tengah menurunnya angka positif Covid-19, kebutuhan oksigen di Kota Semarang ikut turun di angka hampir 60 persen.

Penulis: budi susanto | Editor: rival al manaf
Tribun Jateng/ Budi Susanto
Kepala Dinkes Kota Semarang, Abdul Hakam, saat ditemui Tribunjateng.com di Balaikota Semarang, Jumat (6/8/2021). 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Di tengah menurunnya angka positif Covid-19, kebutuhan oksigen di Kota Semarang ikut turun di angka hampir 60 persen.

Bahkan kini rata-rata setiap hari, Kota Semarang hanya menggunakan 40,48 persen pasokan oksigen dari total daya tampung oksigen yang ada.

Dipaparkan Kepala Dinkes Kota Semarang, Abdul Hakam, kapasitas daya tampung oksigen di seluruh rumah sakit, Puskesmas dan mobil ambulan yang ada di Kota Semarang mencapai 42 ton.

“Sekarang Kebutuhan oksigen rata-rata setiap hari di angka 17 ton, kalau Juni dan Juli lalu sampai 42 ton atau daya tampung oksigen di rumah sakit, Puskemas dan mobil ambulan dipakai semua,” jelasnya saat ditemui tribunjateng.com di Balikota Semarang, Jumat (6/8/2021).

Baca juga: Lionel Messi Tinggalkan Barcelona, Bali United: Nunggu Messi Bikin Tweet Info Loker Dong

Baca juga: Chord Kunci Gitar dan Lirik Cukuplah Cinta Adibal

Baca juga: Sabtu dan Minggu Akses Jalan ke Alun-alun Hanggawana Slawi Ditutup

Baca juga: Viral Orangtua Murid Dikeluarkan dari Grup WA Kelas Seusai Kritik Tugas Banyak

Menurutnya, berkurangnya penggunaan oksigen di Kota Semarang dikarenakan berkurangnya pasien Covid-19.

“Berkurangnya pasien Covid-19 sangat berpengaruh terhadap penggunaan oksigen, per hari ini angka positif Covid-19 ada 509 orang,” katanya.

Hakam juga mengatakan, tingkat kesembuhan Covid-19 di Kota Semarang mencapai 94 persen.

“Harapan kami bisa semakin angka positif Covid-19 berkurang setiap hari, semoga saja selesai PPKM Jawa Bali bisa kurang dari 300 orang. Kami yakin Kota Semarang bisa naik level 3 dan perekonomian sedikit pulih,” ujarnya.

Ia menjelaskan, turunnya angka Covid-19 membuat Pemkot menutup beberapa tempat isolasi terpusat.

Baca juga: Tanpa Sukarni Bisa Jadi Soekarno Tak Proklamirkan Kemerdekaan Indonesia di Tanggal 17 Agustus 1945

Baca juga: Airlangga Hartarto: Pertumbuhan Ekonomi Ditopang Kuatnya Pertumbuhan Baik Sisi Demand maupun Supply

Baca juga: Lays, Cheetos dan Doritos Berhenti Produksi Bulan Ini, Kemungkinan Bisa Beli Lagi di Tahun Ini

“Ada tiga yang ditutup, selain di UIN Walisongo, tempat isolasi terpusat di Wonolopo dan Islamic Center juga ditutup,” imbuhnya.

Meski tiga tempat isolasi terpusat ditutup, Hakam menegaskan daya tampung tempat isolasi terpusat yang ada di Kota Semarang masih mencukupi.

“Karena ada penambahan tempat isolasi terpusat di LPMP dengan kapasitas 200 tempat tidur. Jika diitambah Rumah Dinas Wilokota yang memiliki 200 tempat tidur, dan gedung diklat 100 tempat tidur, serta MHC 100 tempat tidur, total tempat tidur di tempat isolasi terpusat di Kota Sekarang ada 600 tempat tidur,” tambangnya. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved