KKN Unnes

Tim KKN Tematik Unnes Kemitraan Disperakim 2021 Lakukan Program Pendataan di Desa Sudipayung

Pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata Universtas Negeri Semarang melakukan kerjasama Dengan Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman.

Editor: abduh imanulhaq
IST
Tim KKN Unnes di Desa Sudipayung, Kecamatan Ngampel, Kendal, melakukan program pendataan sebagai satu program kerja wajib dari mitra KKN Tematik 

TRIBUNJATENG.COM, KENDAL - Melaksanakan Tridharma perguruan tinggi, pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Negeri Semarang (Unnes) bekerjasama dengan Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Disperakim) Jawa Tengah.

Menurut Kepala Disperakim Ir. Arief Djatmiko, MA.,  program KKN tematik kemitraan dengan Unnes merupakan yang pertama dilaksanakan.

Tujuan dari program ini sebagai acuan percepatan pembangunan permukiman dan lingkungan di Provinsi Jawa Tengah.

Kepala Pusat Pengembangan KKN Unnes Dr.M. Rubai Wijaya,M.Pd. menuturkan, KKN Kemitraan ini merupakan KKN yang pertama dilaksanakan Unnes yang bekerjasama dengan Disperakim.

"Harapannya mahasiswa sebagai penggerak dapat memberikan kontribusi nyata melalui kegiatan-kegiatan yang diprogramkan dan dapat berkelanjutan," terangnya.

Menurut dia, program KKN Kemitraan Ini diikuti mahasiswa yang berasal dari 8 kabupaten/kota di Jawa Tengah yaitu Kabupaten Demak, Kendal, Brebes, Purbalingga, Cilacap, Klaten, Jepara, dan Kota Magelang.

Satu di antaranya tim KKN Unnes yang bertugas di Desa Sudipayung, Kecamatan Ngampel, Kendal.

Mereka terdiri atas Hendri Irawan mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial, Dhea Afidatun Nisa (Fakultas Pendidikan), Rifki Puji Nugroho dan Ilham Ahmad Abadi (Fakultas Bahasa dan Seni), Naila Rizqi D. P. (Fakultas MIPA), dan Sigit Giyanto (Fakultas Teknik).

Tim ini melakukan program pendataan sebagai satu program kerja wajib dari mitra KKN Tematik pada 14 April–23 April 2021.

Sasaran pendataan ini adalah rumah tidak layak huni yang ada di 21 RT dan 6 RW di Desa Sudipayung.

Pendataan difokuskan kondisi umum dan kondisi khusus.

Hendri dkk mendatangi rumah warga yang tercatat dalam Simperum Disperakim Jateng.

Kemudian mengisi kuesioner yang telah disiapkan sesuai jenis pendataan masing-masing.

"Luaran pada kegiatan pendataan adalah data KK dan kondisi rumah saat ini. Kami dapat mengidentifikasi masih ada warga yang belum memiliki jamban sendiri dan saluran pembuangan langsung ke sungai," terang Hendri Irawan selaku Sie Penanggung Jawab Program pendataan.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved