Berita Kebumen

Warga Jogosimo Kebumen Budayakan Lepas Penyu ke Laut Selatan

Warga Desa Jogosimo ajak Bupati Kebumen Arif Sugiyanto bebaskan anak penyu ke pantai selatan.

Penulis: khoirul muzaki | Editor: Daniel Ari Purnomo
Setda Kebumen
Aksi pelepasan penyu di perairan Kalibuntu Desa Jogosimo, Kebumen,  Jumat (6/8/2021). 

TRIBUNJATENG.COM, KEBUMEN - Gerakan warga Desa Jogosimo Kecamatan Klirong, Kebumen untuk menjaga ekosistem laut patut diacungi jempol. 

Mereka memiliki kesadaran tinggi untuk melestarikan satwa Penyu yang menghuni laut selatan.

Satwa itu biasa mendarat untuk bertelur, lalu kembali ke laut untuk mencari makan.  

Jika tak dilestarikan, populasi Penyu dikhawatirkan akan menyusut hingga terancam punah. 

Karena itu, untuk menjaganya dari ancaman kepunahan, warga Jogosimo membangun 
tempat konservasi penyu di perairan Kalibuntu. 

Di antara kegiatan  konservasi itu, warga rutin melepas anakan penyu (tukik) ke laut. 

Seperti halnya hari ini, Jumat (6/8/2021), warga melepas 500 penyu ke habitatnya di laut.

Bupati Kebumen Arif Sugiyanto ikut bergabung dalam kegiatan konservasi itu. 

Binatang yang dilindungi ini baru berumur 2-3 minggu.

Hampir setiap bulannya, tukik-tukik ini dilepaskan ke habitatnya oleh masyarakat atau pengelola konservasi.

"Ada 500 tukik yang sudah kita lepasliarkan," ujarnya, Jumat (6/8/2021).

Wilayah konservasi penyu ini, kata dia, menjadi perhatian pemerintah dan akan terus dijaga keberlangsungannya untuk keseimbangan alam. 

Tempat konservasi ini pun bisa menjadi wisata edukasi bagi generasi ini tentang bagaimana menjaga alam dengan baik.

Menurut Arif, tempat konservasi ini bisa menjadi laboratorium pembelajaran yang baik untuk masyarakat Kebumen.

Masyarakat akan tahu bagaimana cara hidup Penyu, dari proses bertelur, menetas, kemudian dilepaskan lagi.

Hingga penyu ini migrasi ke lautan, lalu balik lagi ke tempat asalnya dan bertelur.

Meski sebagian wilayah ini akan dijadikan kawasan industri perikanan atau dengan konsep shrimp estate lumbung udang, Bupati memastikan seluruh lahan konservasi tidak akan terganggu. 

"Nanti bisa kita padukan, lahan konservasi ini tidak mungkin akan terganggu. Justru akan kita kembangkan dan kita padukan sehingga bisa lebih tertata dan lebih menarik," jelasnya

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved