Barcelona
Dampak Pandemi, Presiden Barcelona Joan Laporta Sebut Alami Kerugian Rp 8,7 triliun
Pandemi virus corona nyatanya membuat semua sektor kelimpungan, tak terkecuali sepak bola.
TRIBUNJATENG.COM - Pandemi Covid-19 nyatanya membuat semua sektor kelimpungan, tak terkecuali sepak bola. Barcelona pun terkena imbasnya sehingga akhirnya berpisah dengan Lionel Messi.
Presiden Barcelona, Joan Laporta, mengungkapkan kerugian keuangan klub akibat pandemi Covid-19 melenceng jauh dari perkiraan awal.
Joan Laporta dan jajaran manajemen Barcelona pada awalnya mengira klub akan mengalami kerugian 200 juta euro (Rp 3,3 triliun) sebagai dampak pandemi.
Namun, ia mengutarakan sebenarnya angka itu berada di kisaran 487 juta euro alias Rp 8,7 triliun.
"Kami memperkirakan kerugian berada di angka 200 juta euro, tetapi kemudian angka itu menjadi 487 juta euro," ujarnya seperti dikutip dari SPORT.
"Sungguh sangat banyak."
Laporta sendiri tidak mengelaborasi perihal detail laporan keuangan tersebut.
Akan tetapi, Laporta mengutarakan keuangan klub sangat terbebani akibat mismanajemen finansial dari para pendahulunya.
Sang presiden mengatakan tanpa kontrak Messi sekali pun, 95 persen pemasukan Barca dipakai untuk membayar kontrak para pemain.
Ia juga menuturkan kalau masih harus menjelaskan kepada para sponsor dampak laporan keuangan terbaru ini dan efek ketidakhadiran Lionel Messi mulai musim depan.
"Ada isu yang harus dibenahi dan jika memungkinkan menggaet lebih banyak sponsor," ujar pria yang mengaku mendapatkan warisan masalah dari presiden terdahulu Josep Maria Bartomeu tersebut.
"Kami harus menjelaskan Barca itu apa dan tentunya kalau kami di sini punya pemain-pemain dengan talenta hebat."
"Tentu saja bakal ada pemain-pemain yang akan datang dan kembali membangkitkan motivasi dan antusiasme sponsor-sponsor yang terkait dengan Barca."
Beberapa media Spanyol melaporkan sponsor-sponsor utama Barcelona, Nike dan Rakuten, melakukan kontak dengan Laporta untuk meminta penjelasan perihal kepergian Messi.
Mereka telah membayar mahal dengan asumsi Messi akan tetap di tim sehingga klub bersiap untuk menerima lebih banyak kerugian ke depan.
Kontrak Barcelona dengan Rakuten, yang telah menjadi sponsor utama klub sejak 2016, akan berakhir usai musim 2021-2022. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/presiden-barcelona-ungkap-kerugian.jpg)