Liga Spanyol
Inilah 5 Kandidat Kapten Tim Barcelona Pengganti Lionel Messi
Terdapat lima kandidat kapten tim Barcelona setelah Lionel Messi resmi meninggalkan klub di musim panas ini. Barcelona baru saja kehilangan megabinta
TRIBUNJATENG.COM - Terdapat lima kandidat kapten tim Barcelona setelah Lionel Messi resmi meninggalkan klub di musim panas ini.
Barcelona baru saja kehilangan megabintang mereka, Lionel Messi.
Lionel Messi dipastikan tidak akan berseragam Barcelona lagi pada musim depan.
Hal itu dikarenakan Messi tidak bisa mendapatkan kontrak baru dari Barcelona yang terbentur aturan batas margin gaji para pemainnya.
Baca juga: Prediksi Line Up Barcelona Tanpa Lionel Messi, Sergio Aguero Jadi Pemain Cadangan
Baca juga: Gestur Presiden Barcelona Joan Laporta Jadi Sorotan, Ada Kebohongan di Pengumuman Lepas Lionel Messi
Baca juga: Pesan Luis Suarez untuk Lionel Messi yang Resmi Tinggalkan Barcelona: Beruntung Bermain dengan Anda
Baca juga: Rumor Lionel Messi ke PSG, Pochettino: Peluang Tentu Saja Ada
Saat ini, margin gaji para pemain Barcelona dengan pendapatan klub sudah melebihi 100 persen.
Padahal, ketentuan yang ada mengharuskan Barcelona hanya memiliki margin tagihan gaji maksimal 70 persen.
Kondisi tersebut jelas mengejutkan, baik bagi Messi sendiri maupun bagi seluruh penggemar Barcelona.
Barcelona tidak hanya kehilangan sosok megabintang dan penyerang berkualitas.
Akan tetapi, Barcelona juga akan kehilangan sosok kapten yang selama ini memimpin mereka menuju tangga juara.
5 Kandidat Kapten Barcelona
Kini, Barcelona tengah mempersiapkan nama-nama kapten baru untuk mengisi kekosongan tersebut.
Dulu, kepergian Andreas Iniesta membuat Messi otomatis menyandang ban kapten Barcelona.
Lalu, siapa yang akan memegang ban kapten setelah kepergian Messi kali ini?
Dilansir dari AS, Barcelona memiliki sejumlah kandidat yang akan menjadi kapten berikutnya.
Namun, tidak ada nama baru dalam kandidat tersebut dan didominasi oleh lulusan akademi La Masia.
Sampai saat ini, ada lima calon pengganti Messi sebagai kapten Barcelona.
Kelima pemain tersebut adalah Sergio Busquets, Gerard Pique, Sergi Roberto, Jordi Alba, dan Marc-Andre ter Stegen.
Dari kelima pemain tersebut, nama Busquets menjadi yang paling difavoritkan untuk menjadi kapten Barcelona.
Pasalnya, Busquets merupakan wakil kapten saat Messi masih bermain untuk Barcelona.
Selain itu, pada pagelaran EURO 2020 kemarin, Busquets juga menjabat sebagai kapten timnas Spanyol setelah Sergio Ramos tidak dipanggil Luis Enrique.
Sementara itu, Pique dan Roberto merupakan dua nama senior dan juga merupakan rekan Messi sejak masih di La Masia.
Akan tetapi, Pique bisa dibilang lebih senior dan berpeluang besar untuk menjadi kapten.
Roberto sendiri saat ini masih kesulitan untuk menembus skuad inti karena kehadiran Sergino Dest.
Alba dan Ter Stegen kemungkinan besar lebih dijagokan untuk menjadi kapten kedua atau ketiga setelah Pique dan Busquets.
Barcelona akan melakukan pemungutan suara dalam beberapa hari ke depan untuk menentukan siapa yang menjadi kapten selanjutnya pengganti Messi.
Gestur Presiden Klub Barcelona, Joan Laporta, Jadi Sorotan
Gestur Presiden Klub Barcelona, Joan Laporta, jadi sorotan saat menyampaikan situasi di Barca yang berujung kepergian megabintang Lionel Messi dari Camp Nou.
Joan Laporta diduga berbohong pada konferensi pers yang mengumumkan pelepasan Lionel Messi pada bursa transfer musim panas ini.
Lionel Messi sebenarnya telah berpisah dari Barcelona setelah kontraknya berakhir pada 30 Juni lalu.
Akan tetapi, Barcelona tentu tidak ingin melepas salah satu pemain terbaiknya sepanjang sejarah tersebut begitu saja.
Barcelona dikabarkan berusaha keras untuk meyakinkan Messi agar mau menyepakati kontrak anyar.
Namun, Barcelona akhirnya menyerah dan mengumumkan bahwa akan melepas Messi pada bursa transfer musim panas kali ini.
Dilansir dari Daily Mail, Joan Laporta menuding kepemimpinan presiden sebelumnya, Josep Maria Bartomeu, sebagai akar penyebab lepasnya Messi.
Laporta mengungkapkan tudingannya tersebut melalui konferensi pers yang digelar tidak lama setelah klub mengumumkan pelepasan Messi.
"Akar segalanya adalah manajemen kacau dari kepemimpinan sebelumnya yang diwariskan pada kami," ujar Laporta.
Meski demikian, Laporta juga menyebutkan bahwa situasi keuangan serta regulasi Liga Spanyol soal batasan gaji tim merupakan alasan lain.
Pria asal Spanyol itupun mengungkap bahwa Barcelona sudah dipastikan tidak akan mempertahankan Messi untuk musim depan.
"Kami harus menang tanpa bakat seperti Lionel Messi, pemain terbaik di dunia," tutur Laporta.
Namun, ada yang melihat kejanggalan dalam konferensi pers yang dilakukan oleh Laporta tersebut.
Pakar ekspresi tubuh, Darren Stanton, memberi penilaiannya dalam wawancaranya dengan Daily Mail.
Daily Mail melansir, Stanton menilai bahwa ada beberapa hal yang bisa disoroti dari gerak-gerik tubuh Laporta.
"Hal pertama yang pertama jadi perhatian saya adalah dia (Laporta) bergoyang dari sisi ke sisi terlalu banyak," ucap Stanton.
Menurutnya, Laporta bergoyang tersebut sangat mungkin dimunculkan dari perasaan tidak nyaman dengan ucapannya sendiri.
"Orang cenderung bergerak lebih banyak ketika tidak nyaman," imbuh Stanton.
Stanton juga tidak percaya ketika Laporta mengatakan bahwa Barcelona berniat menyodori Messi dengan kontrak dua tahun.
"Saya tidak percaya itu benar karena dia (Laporta) sempat mengambil nafas dalam-dalam dan terlihat gugup," ujar Stanton.
Stanton menilai sikap tersebut mengindikasikan bahwa Laporta sedang berbohong.
"Itu adalah refleks tak sadar ketika kita berbohong, jadi saya tidak percaya kalau mereka ingin Messi bertahan untuk dua tahun," tambah Stanton.
Satu-satunya kejujuran yang ditangkap oleh Stanton dari pidato Laporta adalah soal krisis keuangan Barcelona.
Akan tetapi, Stanton melihat Laporta kerap menggerakkan bahunya yang menandakan bahwa ia mulai menyerah dengan situasi finansial klub.
Stanton menilai bahwa gerakan tersebut mengisyaratkan ketidaktahuan dari sosok Laporta soal cara mengatasi krisis finansial.
"Saya melihat banyak momen ketika dia menggerakkan bahunya," tutur Stanton.
Indikasi kebohongan tidak hanya terlihat pada bahasa tubuh Laporta, tetapi juga diungkapkan oleh Jaume Roures.
Jaume Roures merupakan pendiri Mediapro dan juga anggota klub Barcelona.
Dilansir SuperBall.id dari Laodong.vn, Roures melihat bahwa alasan Barcelona yang tidak jadi memberi kontrak Messi karena regulasi Liga Spanyol adalah mengada-ada.
Roures yakin bahwa pihak otoritas Liga Spanyol sebenarnya telah memberi lampu hijau pada pendaftaran Messi beberapa hari sebelumnya.(*)
"48 jam yang lalu, kesepakatan ini siap diumumkan, tapi sesuatu justru terjadi," ucap Roures.(*Bolasport/Tribunnews)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/lionel-messi-saat-membela-barcelona-menghadapi-real-mallorca-di-liga-spanyol.jpg)