Berita Regional

Boleh Berjualan Hingga Pukul 24.00 Oleh DPR, Pedagang Ngamuk Pukul 20.00 Dibubarkan Petugas PPKM

Sejumlah pedagang makanan dan minuman ringan yang berjualan di Pare Beach, Kelurahan Ujung Sabbang, Kecamatan Ujung, Kota Parepare, Sulawesi Selatan.

Editor: rival al manaf
Istimewa
Ilustrasi penertiban pedagang: Petugas gabungan melakukan penertiban terhadap pedagang di wilayah Kecamatan Semarang Tengah, yang nekat buka dan melanggar batasan jam opersional, Senin (21/6/2021). 

TRIBUNJATENG.COM, SULAWESI - Sejumlah pedagang makanan dan minuman ringan yang berjualan di Pare Beach, Kelurahan Ujung Sabbang, Kecamatan Ujung, Kota Parepare, Sulawesi Selatan, mengamuk.

Mereka tidak terima petugas mendatangai untuk menutup warung mereka karena telah melewati jam malam.

“Kami tahu surat edaran adanya pemberlakukan jam malam hingga pukul 20.00, tapi kalau kami tutup hingga pukul 20.00, kami tidak dapat pembeli, sementara kami baru buka pukul 18.00."

Baca juga: Terinspirasi Heboh Keluarga Akidi Tio, Pedagang Warteg Beri Sumbangan 2T: Saya Berikan Aksi Nyata

Baca juga: Pedagang Pasar Kaliwungu Kendal Sudah Suntik Vaksin Ditempeli Stiker Vaksinasi

Baca juga: Pedagang Eceran di Mal dan Pasar Rakyat Dapat Insentif PPN Sewa Toko

"Jadi, waktu kami menjual hanya 2 jam saja," kata Ketua Pedagang Pare Beach, Kota Parepare, Sulawesi Selatan, Sigit, Sabtu (7/8/2021).

Dalam operasi itu, salah seorang pedagang melemparkan meja karena diminta menutup dagangannya.

Meja yang dilempar pedagang itu tepat di depan petugas PPKM Kota Parepare, Sulawesi Selatan.

“Kami merugi pak jika ada pembatasan jam malam."

"Selama adanya PPKM ini kami tidak bisa memenuhi kebutuhan keluarga kami."

"Jika waktu penjualan kami dibatasi, sejumlah bahan jualan kami busuk pak."

"Terpaksa kami tiap hari membuang dagangan kami karena tidak laku," kata pedagang makanan lainya, Haji Haris.

Haris mengklaim, pihaknya telah berkoordinasi dengan DPRD Kota Parepare, Sulawesi Selatan, dan diberikan kebijakan berdagang hingga pukul 24.00.

“Para pedagang ini telah rapat dengan anggota DPRD Kota Parepare, Komisi III."

"Saat itu kami diberikan waktu berdagang hingga pukul 24.00 malam oleh anggota DPRD Kota Parepare," sebut Haris.

Baca juga: Cara Unik Pedagang Siasati Sepinya Pembeli, Pakai Kostum Iron Man hingga Baja Hitam

Baca juga: Video Pedagang Cilok Tak Sangka Dapat Bantuan Sembako dari Bupati

Baca juga: Sempat Panik Dikira Ada Razia, Pedagang Cilok di Semarang Lega Ternyata Diberi Bantuan Sembako

Sementara itu, pihak petugas PPKM Kota Parepare, Sulawesi Selatan, memberikan surat teguran kepada sejumlah pedagang di Pare beach, Kota Parepare, Sulawesi Selatan.

“Kami telah memberikan surat teguran kepada para pedagang, agar tidak lagi melanggar jam malam."

"Sementara pedagang yang mengamuk kami layani dengan humanis," ujar Ketua Gugus Tugas Kecamatan Ujung, Kota Parepare, Sulawesi Selatan, Ardiansyah.  (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Ngamuk Saat Dirazia Jam Malam, Pedagang Makanan: Kami Merugi Pak jika Ada Pembatasan"

Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved