Berita Semarang

Keluarga Isoman yang Meninggal Dunia di Semarang Diminta Biaya Pemakaman Hingga Belasan Juta Rupiah

Mahalnya tarif tersebut terjadi di luar rumah sakit saat penderita Covid-19 meninggal dunia di rumah atau ketika jalani isolasi mandiri.

Penulis: iwan Arifianto | Editor: rival al manaf
TribunJateng.com/Fajar Bahruddin Achmad
Ilustrasi Pemakaman dengan Protokol Kesehatan 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Mahalnya tarif pemulasaran dan pemakaman jenazah Covid-19 dikeluhkan oleh sejumlah warga di Kota Semarang.

Mahalnya tarif tersebut terjadi di luar rumah sakit saat penderita Covid-19 meninggal dunia di rumah atau ketika jalani isolasi mandiri.

"Iya biaya pemulasaran sendiri itu mahal. Pengalaman saya ketika mengurus almarhumah Ibu saya yang meninggal dunia 9 Juli 2021 lalu, karena meninggal di rumah otomatis kami urus sendiri dengan total biaya yang kami keluarkan sebesar Rp11,5 juta," terang seorang perempuan warga Kota Semarang yang meminta identitasnya di sembunyikan kepada tribunjateng.com, Sabtu (7/8/2021).

Dia menyebut, keluarganya kelabakan ketika pihak puskesmas  mevonis bahwa ibunya meninggal Covid-19.

Terkait hasil tes swab antigen yang dilakukan pihak puskemas sempat diragukan oleh pihak keluarga lantaran tak ditunjukan secara langsung melainkan hanya secara lisan.

Akan tetapi keluarga tak bisa berbuat banyak lantaran kondisi juga jalani isoman dan tengah berduka ditinggal ibu kandung.

Baca juga: Mbah Ngadiyo Lego Pemakan 10 Bebek Entoknya Ketangkap, Sosoknya Bikin Gelay

Baca juga: PPKM Berlanjut, RSUP Dr Kariadi Latih Relawan Pemulasaraan Jenazah Covid-19

Baca juga: Usai Komentar Negatif di Media Sosial, Pemuda di Karanganyar, Pakai APD, Ikut Pemulasaraan Jenazah

Ia kemudian meminta tolong adiknya untuk segera mengurus jenazah sang Ibu.

Adiknya kemudian menelpon pihak RT setempat yang mengarahkan untuk menggunakan tenaga relawan kenalannya.

Pihak keluarga yang merasa tak memiliki koneksi petugas pemulasaran memasrahkan hal itu ke ketua RT tersebut.

"Kami kaget ketika RT menyebut nominal cukup fantastis yakni harga Rp16 juta. Tentu kami keberatan," terangnya. 

Sikap keberatan tersebut mereka nyatakan ke pihak RT, lantas pihak ketua RT menawarkan tenaga sukarelawan yang ia disebut sebagai kenalannya dengan harga lebih murah yakni Rp10 juta.

Keluarga akhirnya mau tak mau menggunakan jasa tersebut dengan pertimbangan sudah kasihan kepada jasad ibunya dan ketika itu kondisi keluarga juga tengah kalut.

"Kami deal di angka Rp10 juta untuk bayar tenaga relawan yang ngurus jenazah almarhum ibu dari pemulasaraan hingga pemakaman."

"Namun perjalanannya ada biaya tambahan sebesar Rp1,5 juta untuk tambahan bayar peti sebab peti yang biasa sudah habis. Ibu saya katanya pakai peti kualitas lebih bagus," terangnya.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved