Breaking News:

Berita Kabupaten Tegal

Mbah Yanah, Lansia Pemungut Sayur Bekas Asal Kramat Kabupaten Tegal, Akhirnya Dapat Bedah Rumah. 

Mbah Yanah kembali mendapat bantuan program bedah rumah yang diserahkan pada Sabtu (7/8/2021) kemarin. 

Penulis: Desta Leila Kartika | Editor: moh anhar
Humas ACT Tegal
Tim ACT bersama Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Tegal secara simbolis menyerahkan bantuan bedah rumah kepada mbah Yanah, lansia asal Desa Kertayasa RT 03/RW 04 Kecamatan Kramat Kabupaten Tegal, Sabtu (7/8/2021) kemarin. 

TRIBUNJATENG.COM, SLAWI - Masih ingat Mbah Yanah (54), warga Desa Kertayasa RT 03/RW 04 Kecamatan Kramat Kabupaten Tegal, yang sebelumnya mendapat bantuan modal usaha dari Aksi Cepat Tanggap (ACT) Tegal berupa 50 bungkus berbagai camilan berukuran sedang.

Kali ini Mbah Yanah kembali mendapat bantuan program bedah rumah yang diserahkan pada Sabtu (7/8/2021) kemarin. 

Mbah Yanah memiliki rutinitas sehari-hari sebagai pemungut sayuran di jalan. 

Ia selama ini menempati sebuah gubuk yang kondisinya sangat memperihatinkan seorang diri karena suami sudah lama meninggal dunia dan tidak memiliki anak. 

Baca juga: Masih Banyak yang Menumpuk, Bansos Beras 10 Kilogram di Kudus Baru Sasar Empat Kecamatan

Baca juga: Jalur Pendakian Gunung Lawu Ditutup, Kakek Ini Tetap Jualan di Gerbang Basecamp Cemoro Kandang

Baca juga: Ini Psikologis Perempuan yang Diam Saat Suami Selingkuh, Kebanyakan Lebih Pilih Sukseskan Anak

Tim Aksi Cepat Tanggap Tegal Faturrohman mengatakan, program bedah rumah merupakan program unggulan dari ACT Tegal dan kali ini merupakan rumah ketiga yang selesai dibedah. 

Sedangkan untuk program bedah rumah milik mbah Yanah kali ini ACT berkolaborasi dengan Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Tegal. 

Kegiatan bedah rumah mbah Yanah dimulai sejak Senin (26/7/2021) lalu. Sedangkan proses pembangunan rumah berlangsung kurang lebih selama dua minggu. 

"Selain membangun rumah layak huni untuk mbah Yanah, kami juga sediakan perabotan seperti dipan, kasur, meja, kursi, kompor, dan perlatan rumah tangga lainnya," kata Faturrohman, pada Tribunjateng.com, Minggu (8/8/2021). 

Tinggal seorang diri di gubuk reyot berukuran 2 meter x 2 meter dengan keadaaan dinding papan yang sudah bolong. Saat hujan dan angin datang, mbah Yanah tidak bisa berbuat banyak. 

Untuk berjaga-jaga, Mbah Yanah menaruh sebuah payung di dekatnya untuk menghadang air hujan yang seringkali mengguyurnya saat terlelap tidur.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved