Pasar Modal Catat Data Positif dalam Sepekan Terakhir

Meski IHSG di akhir pekan atau Jumat lalu ditutup dengan mengalami pelemahan, secara keseluruhan indeks masih menguat 2,2 persen dalam sepekan.

Editor: Vito
KONTAN/Cheppy A. Muchlis
ILUSTRASI. Bursa Efek Indonesia 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Data perdagangan pasar saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) semuanya menunjukkan pergerakan yang positif dalam sepekan terakhir.

Sekretaris Perusahaan BEI, Yulianto Aji Sadono mengatakan, meski Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di akhir pekan atau Jumat lalu ditutup dengan mengalami pelemahan, secara keseluruhan indeks masih menguat 2,2 persen dalam sepekan.

"IHSG selama sepekan meningkat 2,2 persen atau berada pada level psikologis 6.200, tepatnya pada 6.203,43 dari posisi pada pekan sebelumnya, yaitu 6.070,03," ujarnya, dalam keterangan resmi, Minggu (8/8).

Kemudian, nilai kapitalisasi pasar saham selama sepekan juga turut mengalami peningkatan 3,42 persen menjadi sebesar Rp 7.481,27 triliun dari Rp 7.233,76 triliun pekan sebelumnya.

"Selain itu, rata-rata nilai transaksi harian bursa meningkat 16,63 persen menjadi Rp 15,05 triliun dari Rp 12,9 triliun pada pekan sebelumnya," jelas Yulianto.

Dia menambahkan, peningkatan juga terjadi pada rata-rata frekuensi harian bursa sebesar 17,15 persen atau menjadi sebesar 1.673.495 transaksi dari pekan sebelumnya 1.428.518 transaksi.

Yulianto menuturkan, rata-rata volume transaksi harian Bursa mengalami peningkatan tertinggi yaitu sebesar 41,71 persen menjadi 27,02 miliar saham dari 19,070 miliar saham pada pekan sebelumnya.

"Investor asing pada akhir pekan lalu mencatatkan nilai jual bersih sebesar Rp 127,51 miliar. Sementara, sepanjang tahun 2021, investor asing mencatatkan beli bersih sebesar Rp 18,91 triliun," jelasnya.

Adapun, analis Erdhika Elit Sekuritas, Regina Fawziah mencermati, penguatan IHSG selama 4 hari berturut-turut pada pekan lalu dipicu perkembangan kasus baru covid-19 yang sempat menurun selama beberapa hari, walaupun masih berada di atas 30.000 infeksi.

Selain itu, menghijaunya IHSG pekan lalu juga ditopang rilis data ekonomi kuartal II/2021 yang diprediksi pasar akan tumbuh positif.

Proyeksi itu terbukti dengan rilisnya data pertumbuhan ekonomi pada hari Kamis (5/8), yang menunjukkan peningkatan 3,31 persen secara kuartalan, dan 7,07 persen secara tahunan.

"Satu hari sebelum rilisnya data ekonomi tersebut, kami melihat market sudah cenderung merespons positif, karena akhirnya Indonesia mampu keluar dari zona resesi, yang selama empat kuartal berturut-turut pertumbuhan ekonominya tumbuh negatif," terangnya, kepada Kontan, akhir pekan lalu.

Setelah rilis data tersebut, pasar masih merespons positif dengan breakdown beberapa data yang cenderung lebih baik dibandingkan dengan kuartal I/2021 dan kuartal II/2020.

Satu di antaranya berdasarkan lapangan usaha, pertumbuhan tertinggi terjadi pada komponen industri pengolahan sebesar 1,35 persen.

Sedangkan menurut pengeluaran, pertumbuhan cukup signifikan terjadi pada komponen konsumsi rumah tangga sebesar 3,17 persen.

"Kemudian, pertumbuhan year on year triwulan kedua 2021 ini juga terjadi di semua pulau, terutama pada kelompok provinsi di Pulau Jawa, dengan kontribusi sebesar 57,92 persen, dan pertumbuhan year on year sebesar 7,88 persen," papar.

Katalis positif lain berasal dari global, yakni terkait dengan data ekonomi, serta rilisnya beberapa laporan keuangan emiten yang cukup bagus, sehingga mendorong kenaikan bursa AS dan mempengaruhi pergerakan bursa regional, termasuk Indonesia. (Tribunnews/Yanuar R Yovanda/Kontan/Kenia Intan)

Sumber: Tribunnews.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved