Perkembangan Covid-19 dan PPKM Tentukan Arah IHSG Pekan Ini
Tren kasus yang masih cenderung tinggi, menyebabkan pemerintah masih ada potensi memperpanjang kebijakan PPKM Level 4.
TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Sepanjang pekan ini, yakni 9-13 Agustus 2021, IHSG diprediksi akan bergerak konsolidasi dengan kecenderungan menguat terbatas.
Regina mencermati, pekan depan belum ada data ekonomi baru yang akan rilis. Ia menyebut, pergerakan IHSG masih terkait dengan perkembangan kasus harian covid-19.
Menurut dia, hal itu terutama perkembangan kasus menjelang akhir periode PPKM Level 4 yang jatuh pada Senin (9/8).
Regina mencermati, tren angka harian kasus covid-19 memang terlihat menurun, tapi masih cenderung tinggi. Sehingga, pemerintah masih ada potensi memperpanjang kebijakan PPKM Level 4.
"Karena sudah berlangsung cukup lama, maka perlu diperhatikan juga dampak dari adanya PPKM Level 4 berikutnya, apabila kembali diperpanjang," imbuhnya.
Sementara dari global, ada beberapa indikator yang bisa dicermati investor, karena berpeluang mempengaruhi pergerakan IHSG.
Pertama, China akan rilis data tingkat inflasi Juli yang diproyeksikan cenderung melambat, serta penjualan kendaraan secara tahunan selama Juli yang juga diproyeksi masih terkontraksi.
Kedua dari Jerman yang akan rilis data ekonomi terkait dengan neraca perdagangan, ekspor impor, dan current account yang diproyeksi meningkat,serta akan dirilis juga tingkat inflasi selama Juli yang diperkirakan naik.
Sementara itu, kawasan Eropa juga akan rilis data ekonomi terkait dengan produksi industri secara tahunan dan bulanan yang diproyeksi akan menurun, serta akan dirilis pula data neraca perdaganagan Juni yang diperkirakan surplus.
Sementara dari AS, pekan ini akan diumumkan beberapa indikator ekonomi yang bisa diperhatikan para investor, seperti consumer inflation expectation selama Juli yang diproyeksi sedikit melambat, disusul rilis data tingkat inflasi yang sedang diperhatikan bank sentral.
AS juga akan diumumkan data cadangan minyak mentah secara mingguan, klaim pengangguran yang diproyeksikan akan cenderung turun, serta data harga ekspor dan impor yang diperkirakan akan menurun secara tahunan, tetapi secara bulanan cenderung meningkat.
"Berdasarkan indikator ekonomi serta katalis domestik, kami memproyeksikan indeks (pekan ini) akan cenderung bergerak konsolidasi pada range 6.160-6.230," ujar Regina.
Adapun, Sekretaris Perusahaan BEI, Yulianto Aji Sadono mengatakan, meski Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di akhir pekan atau Jumat lalu ditutup dengan mengalami pelemahan, secara keseluruhan indeks masih menguat 2,2 persen dalam sepekan.
"IHSG selama sepekan meningkat 2,2 persen atau berada pada level psikologis 6.200, tepatnya pada 6.203,43 dari posisi pada pekan sebelumnya, yaitu 6.070,03," ujarnya, dalam keterangan resmi, Minggu (8/8). (Kontan.co.id/Kenia Intan)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/ilustrasi-ihsg-menguat-hari-ini.jpg)