Breaking News:

Berita Kudus

Bupati Kudus HM Hartopo Izinkan Pekerja Seni Tampil di Hajatan

Sebelum manggung, lanjut dia, koordinasi dengan TNI, Polri, pihak kecamatan, dan kepala desa harus dilakukan

Penulis: Rifqi Gozali | Editor: muslimah
TribunJateng.com/Rifqi Gozali
Sejumlah anggota DPC PAMMI Kudus berkumpul seusai audiensi dengan Bupati Kudus di pendopo rumah dinas, Senin (8/8/2021). 

TRIBUNJATENG.COM, KUDUS - Kini gelar hiburan dalam hajatan di Kabupaten Kudus boleh berlangsung. Hanya saja Bupati Kudus menekankan jumlah tamu maksimal 20 dan protokol kesehatan harus ditaati.

Dibolehkannya para pekerja seni manggung merupakan hasil audiensi antara DPC Persatuan Artis Musik Melayu Indonesia (PAMMI) Kudus dengan Bupati Kudus pada Senin (9/8/2021). Hasil audiensi tersebut mendapat sambutan positif oleh perwakilan pekerja seni.

"Sudah vakum kurang lebih dua tahun," kata Ketua DPC PAMMI Kudus, Soni Sumarsono, seusai audiensi.

Dibolehkannya para pekerja seni manggung ada beberapa ketentuan yang ditekankan oleh Bupati Kudus. Kata Soni, di antaranya yakni pemain musik harus mengenakan masker. Sedangkan penyanyi harus mengenakan face shield.

"Tamu harus bisa diatur tamu harus diatur 20. Bapak bupati harus mengindahkan prokesnya. Kalau waktu menyesuaikan kalau bisa jangan terlalu lama. Yang diperbolehkan indoor dengan kapasitas terbatas," katanya.

Sebelum manggung, lanjut dia, koordinasi dengan TNI, Polri, pihak kecamatan, dan kepala desa harus dilakukan.

"Misal tidak ada koordinasi dari pihak sini Satpol PP bisa membubarkan," kata dia.

Selanjutnya, saat pentas tidak boleh disiarkan secara langsung melalui media sosial. Pasalnya, hal itu bisa membuat iri daerah lain yang saat ini belum dibolehkan manggung.

"Karena ini kelonggaran kalau dilive muncul di medsos kasihan yang lain. Kudus kok bisa, kita tidak bisa. Kan harus menghargai dan menghormati kebijakan bapak bupati. Karena ini intern Kudus. Nanti kalau memang ada yang live akan bertindak," katanya.

Meski hanya sifatnya lisan, kata Soni, pihaknya sudah bisa menerima izin dari bupati. Yang terpenting baginya saat audiensi disaksikan oleh Forkopimda dan Dinas Pariwisata.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved