Breaking News:

Berita Tegal

Damkar Latih Siswa dan Guru SMKN 2 Slawi Padamkan Api

Tim pemadam kebakaran alias damkar melatih sejumlah siswa dan guru SMKN 2 Slawi memadamkan api.

Penulis: Desta Leila Kartika | Editor: Daniel Ari Purnomo
Tribun Jateng/ Desta Leila Kartika
Pelatihan proteksi kebakaran berlokasi di halaman SMKN 2 Slawi, Senin (9/8/2021). Terlihat salah satu peserta sedang mencoba memadamkan api menggunakan alat bantu disaksikan oleh mentor.  

TRIBUNJATENG.COM, SLAWI - Menyadari pentingnya pencegahan terjadinya kebakaran, SMKN 2 Slawi bekerja sama dengan Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Tegal sebagai mentor, menyelenggarakan pelatihan proteksi kebakaran diikuti 55 peserta yaitu siswa, guru, dan staf, berlokasi di halaman sekolah, Senin (9/8/2021). 

Kepala Sekolah SMKN 2 Slawi, A.R Hartono menjelaskan, sistem proteksi kebakaran adalah sistem yang sangat penting di sebuah gedung, baik perkantoran, pusat perbelanjaan, termasuk lembaga pendidikan atau sekolah dalam upaya mencegah terjadinya kebakaran dan meminimalisir kerugian yang lebih besar. 

Melalui kegiatan pelatihan ini, diharapkan peserta akan memahami pentingnya upaya pencegahan kebakaran dan upaya penanggulangannya. 

Mengerti bagaimana bisa terjadi kebakaran, penjalarannya, bagaimana cara pencegahan dan penanggulangannya. 

Termasuk memberikan kesadaran tentang pentingnya meningkatkan perilaku keseharian dalam pencegahan kebakaran, mengenal beberapa sarana prasarana peralatan pencegahan, dan penanggulangan kebakaran. 

"Kegiatan diikuti oleh 55 peserta dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan. Adapaun 55 peserta tersebut terdiri dari perwakilan siswa sebanyak 10 anak, sisanya guru dan karyawan atau staf. Kegiatan semacam ini memang sudah menjadi agenda rutin di kami," tutur Hartono, pada Tribunjateng.com, Senin (9/8/2021). 

Setelah mengikuti kegiatan pelatihan, Hartono berharap siswa, guru, dan staf di SMKN 2 Slawi memiliki pengetahuan dan kemampuan untuk merawat dan mengoperasikan alat pemadam kebakaran yang tersedia di sekolah, seperti alat pemadam api ringan (Apar) dan alat pemadam api tradisional (Apat) contohnya karung dan pasir. 

Dengan demikian apabila terjadi hal yang tidak diinginkan seperti musibah kebakaran, maka guru dan staf sigap untuk menanggulanginya secara dini.

Sementara itu, Kepala Bidang Penanggulangan Kebakaran Satpol PP Kabupaten Tegal Kusnadi, megapresiasi atas inisiasi kepala sekolah untuk menyelenggarakan kegiatan pelatihan proteksi kebakaran dini. 

Adapun materi yang disampaikan berupa teori tentang manajemen pengelolaan proteksi kebakaran dan praktik simulasi pengoperasian Apar dan Apat.  

"Harapannya setelah pelatihan ini, ketika terjadi musibah kebakaran tidak terlalu panik karena sudah diberitahu mengenai proteksi dini seperti penggunaan alat pemadam api, pencegahan, penanggulangannya, dan lain-lain," pungkasnya. (dta) 

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved