Berita Sejarah

Diam-diam Soekarno Bawa Benda Terakhir Ini saat Diusir dari Istana, Petugas Istana Negara Gempar

Wajar saja petugas istana negara saat itu gempar karena tak menemukan Bendera Pusaka tersebut

Editor: muslimah
DW INDONESIA Via Kompas.com
Tahun 1965, Sekutu Barat mendukung para jenderal Angkatan Darat karena mencurigai Soekarno condong ke komunis. 

TRIBUNJATENG.COM - Perjalanan panjang Soekarno sebagai bapak proklamasi sekaligus Presiden pertama Indonesia menjadi bagian dari sejarah negeri ini.

Yang banyak menarik perhatian adalah masa akhir kekuasaan Soekarno.

Detik-detik pergantian kekuasaan antara Soeharto dan Soekarno menjadi peristiwa yang selalu dikenang.

Terjawab alasan sebenarnya Soeharto beri Soekarno gelar Pahlawan Proklamasi
Terjawab alasan sebenarnya Soeharto beri Soekarno gelar Pahlawan Proklamasi (Istimewa via Tribun Timur)

Saat Soeharto berkuasa, Soekarno tidak lagi memiliki kewenangan untuk ada di Istana Negara.

Tanda-tanda lengsernya kekuasaan Soekarno ada di Peristiwa G30S/PKI pada tahun 1965.

Baca juga: Hanya 1 Pertanyaan Soekarno ke Regu Tembak Setelah Hukuman Mati Dilakukan: Bagaimana Sorot Matanya?

Baca juga: Jawaban Soeharto saat Soekarno Bertanya: Aku Iki Arep Mbok Apakke?

Baca juga: TAHUKAH ANDA? Kenapa Soekarno Tak Puasa Ramadan Saat Proklamasi Kemerdekaan? Ini Penyebabnya

Era kekuasaan Soeharto pun mulai berjalan dan mencapai puncak.

Statusnya sebagai orang nomor satu di Indonesia pun membuatnya masih lekat dengan hubungan dengan Soekarno.

Pada saat kekuasaan Soekarno berakhir dan ia harus lengser, ada peristiwa tak terlupakan.

Melansir dari buku berjudul "Selangkah Lebih Dekat dengan Soekarno" tulisan Adji Nugroho yang diterbitkan tahun 2017, beredar kabar kalau Soekarno dipaksa Soeharto untuk meninggalkan Istana negara.

Saat meninggalkan Istana Negara, Soekarno meninggalkan sejumlah barang berharga.

Di antaranya berbagai kemeja favorit, hingga arloji Rolex, dan berbagai barang berharga lainnya.

Meski demikian, ada satu barang berharga yang justru dibawa oleh Soekarno.

"Ketika meninggalkan Istana Kepresidenan, Bung Karno hanya membawa benda yang merupakan salah satu simbol dari 1001 kisah pengorbanannya untuk menyelamatkan bangsa Indonesia," tulis Ajdi Nugroho.

Benda yang dibawa, dan digenggam erat oleh Soekarno itu adalah bendera pusaka, Sang Saka Merah Putih.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved