Breaking News:

Universitas Harapan Bangsa Purwokerto

Kuliah Sarjana Keperawatan di UHB Purwokerto Cukup 3,5 Tahun!

Fakultas Kesehatan Universitas Harapan Bangsa (UHB) mengadakan workshop kurikulum guna meningkatkan kompetensi profesional dan interprofesional.

Editor: abduh imanulhaq
UNIVERSITAS HARAPAN BANGSA
Fakultas Kesehatan UHB Purwokerto mengadakan workshop kurikulum program studi program sarjana dan program pendidikan profesi ners keperawatan 

TRIBUNJATENG.COM, PURWOKERTO - Fakultas Kesehatan Universitas Harapan Bangsa (UHB) Purwokerto mengadakan workshop kurikulum program studi program sarjana dan program pendidikan profesi ners keperawatan guna meningkatkan kompetensi profesional dan interprofesional mahasiswa.

Kegiatan tersebut berlangsung selama empat hari, dari 28 Juli hingga 31 Juli 2021 dengan menghadirkan pemateri Dr. Irna Nursanti, S. Kep., M. Kep., Sp. Kep.Mat.

Sebelumnya pada 23 Juli 2021 dilakukan kegiatan pra-workshop untuk peninjauan visi misi program studi dari pihak internal peserta yaitu dosen, tenaga kependidikan, dan kepala lembaga di Universitas Harapan Bangsa.

Kegiatan yang berlangsung via daring melalui platform Zoom ini diikuti dosen, asosiasi (PPNI), stakeholder (RSUD Goeteng Tarunadibrata, RSUD Ajibarang, RS Jiwa Soeroye Magelang, RSI Banjarnegara, alumni mahasiswa serta perwakilan mahasiswa di tahap akademik dan profesi.

Workshop kurikulum ini diadakan karena adanya tantangan global dimana perawat diharapkan berwawasan digital dan mampu memanfaatkan teknologi untuk memgoptimalkan pelayanan kesehatan.

Selain itu, pendidikan Ners di berbagai negara juga mempunyai masa studi rata-rata 4 tahun dan lama studi minimal dari AIPNI untuk pendidikan sarjana yaitu 7 semester (144 SKS) dan profesi 2 semester (36 SKS).

Ketua Program Studi Keperawatan Sarjana dan Profesi Ners Universitas Harapan Bangsa, Tri Sumarmi, S. Kep, Ners, M. Kep menjelaskan bahwa harapan dari workshop kuirikulum dapat meningkatkan kompetensi lulusan perawat

“Dengan adanya kurikulum baru ini, yang akan diterapkan pada semester ganjil TA 2021/2022, harapannya lulusan perawat mempunyai kompetensi profesional, kompetensi literasi (literasi data, literasi teknologi dan literasi manusia) dan kemampuan interprofesional (interprofessional collaborative practice dan interprofessional education).” ungkapnya. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved