Breaking News:

Berita Jateng

Apindo Jateng Acungi Jempol Kebijakan Tunjukkan Kartu Vaksin Masuk Mall: Masuk Akal Ini

Menurut Frans, kebijakan pemerintah dalam menunjukkan sertifikat vaksin saat memasuki mal ini merupakan kebijakan yang masuk akal.

Penulis: Idayatul Rohmah | Editor: Daniel Ari Purnomo
Tribun Jateng/ Idayatul Rohmah
Sejumlah pengunjung tampak mengantre memasuki Mal Ciputra Semarang, Selasa (10/8/2021). 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Jawa Tengah menilai kebijakan pemerintah dalam melakukan uji coba pembukaan pusat perbelanjaan atau mal di sejumlah kota besar dengan menunjukkan sertifikat vaksin merupakan langkah yang tidak bisa dicegah.

Ketua Apindo Jateng, Frans Kongi menuturkan, hal itu sebab kini tidak ada jalan lain yang bisa dilakukan dalam pemulihan usaha di tengah pandemi Covid-19 ini.

"Di tengah pandemi seperti sekarang ini sudah tentu kami dunia usaha harus terima kebijakan pemerintah, sebab kami pun kuatir. Jangan sampai, pandemi berkembang seperti beberapa waktu lalu. Itu sangat bahaya bagi kelangsungan usaha industri," kata Frans saat dihubungi tribunjateng.com, Selasa (10/8/2021).

Menurut Frans, kebijakan pemerintah dalam menunjukkan sertifikat vaksin saat memasuki mal ini merupakan kebijakan yang masuk akal.

Hal itu sebab kata dia, di tengah kondisi pandemi yang masih dalam pemberlakuan PPKM ini, jumlah pengunjung mal dirasa tidak tinggi.

Terlebih dengan adanya aturan pembatasan kapasitas sebanyak 25 persen, menurutnya, akan mencegah adanya potensi kerumunan di dalam mal.

Namun yang menjadi persoalan baginya adalah program vaksinasi yang masih perlu dikebut. Sebab, menurutnya, percepatan vaksinasi yang dilakukan pemerintah sejauh ini dinilai masih lambat.

"Kami harapkan vaksinasi dipercepat, sehingga persyaratan masuk mal ini adalah suatu kebijakan yang baik. Kebijakan kami pahami, tapi sekali lagi vaksinasi harus lebih cepat karena kalau sampai terlambat bahaya," terangnya.

Di samping itu, ia juga mendorong pemerintah untuk melakukan prioritas vaksinasi terhadap para karyawan. Sebab saat ini menurutnya, masih banyak karyawan swasta di Jateng yang belum mendapatkan vaksin.

Pihaknya sendiri mencatat, sejauh ini baru kisaran 35 persen karyawan industri di Jateng yang sudah melakukan vaksin.

"Itulah kami prihatin, karyawan industri manufaktur kami rata-rata baru 35 persenan yang sudah melakukan vaksin, dalam artian di daerah-daerah ada yang baru 60 persen, 30 persen, ada juga yang 20.

Kami minta pemerintah supaya karyawan mendapat prioritas, meski kami juga paham pemerintah tidak hanya bertanggungjawab pada karyawan tapi masyarakat di seluruh Indonesia," ungkapnya.

Sementara itu ia menekankan, meski dalam aturan baru pengunjung mal diwajibkan menunjukkan sertifikat vaksin, protokol kesehatan yang telah diberlakukan sebelumnya tetao harus dijalankan.

Yakni seperti cek suhu tubuh, penyediaan tempat cuci tangan, penggunaan masker, dan lain-lain. Hal itu untuk mencegah adanya penyebaran Covid-19.

"Jadi bukan hanya vaksin, tetapi juga prokes," imbuhnya. (idy)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved