Breaking News:

Bea Cukai Tanjung Emas

Bea Cukai dan BNN Gagalkan Penyelundupan 148,3 Gram Methampetamine Asal Malaysia

Bea Cukai Tanjung Emas bersama tim gabungan Kanwil DJBC Jateng DIY berhasil gagalkan upaya penyelundupan 148.3 gram Methampetamine (sabu).

Editor: abduh imanulhaq
BEA CUKAI TANJUNG EMAS
Bea Cukai dan BNN menggagalkan penyelundupan 148.3 g methampetamine dari Malaysia 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Bea Cukai Tanjung Emas bersama tim gabungan Kanwil DJBC Jateng DIY beserta tim BNNP Jawa Tengah, BNNP Jawa Timur dan BNNK Gresik berhasil menggagalkan upaya penyelundupan 148.3 gram methampetamine (sabu) melalui barang kiriman PT. JKS Logistik Indonesia, Sabtu (7/8/2021).

Pada 29 Juli 2021, Unit K-9 Kanwil DJBC Jawa Tengah dan D.I. Yogyakarta melakukan pelacakan terhadap barang kiriman asal Malaysia di Gudang TPS PT. JKS Logistik Indonesia.

Berdasarkan respons K-9 pada koli tertentu, dilakukan pemeriksaan mendalam dan ditemukan kemasan mencurigakan berupa 1 bungkus plastik bening berisi kristal bening dimasukkan kedalam body lotion berisi krim warna putih.

Dari hasil pemeriksaan mendalam tersebut dilakukan pengujian dengan narkotest dengan hasil diduga narkotika.

Kemudian ditindaklakuti dengan pengujian sample pada Laboratorium BLBC KPPBC TMP Tanjung Emas kedapatan positif narkotika golongan I dengan jenis metamphetamine (sabu) seberat 148.3 gram.

Kepala Kantor Bea Cukai Tanjung Emas, Anton Martin mengungkapkan atas temuan tersebut, petugas memeriksa lebih lanjut dan dilakukan control delivery dengan tim BNN Provinsi Jawa Tengah serta Kanwil DJBC Jawa Tengah dan DIY menuju alamat pengiriman (Sampang Madura).

Melalui pengambilan alamat yang tercantum di depan Puskesmas Bringkoneng, Jl. Raya Raseno, Telaga, Banyu Ates, Kab. Sampang Madura diamankan penerima barang atas nama M (42) Narkotika jenis sabu dengan berat bruto 148,3 gram, 2 buah telepon gengam serta paket kardus besar warna cokelat berisi karpet, pakaian, handuk.

Kepala BNN Gresik AKBP Supriyanto menceritakan, paket tersebut semula dianggap obat-obatan karena beralamat di Puskesmas Sampang.

Namun setelah dibuka ternyata isinya narkoba yang dimasukan ke dalam botol.

Agar tidak ketahuan langsung, botol itu dimasukan ke pakaian bekas.

"Jadi kiriman paket itu berasal dari Malaysia. Kami masih mencoba menyeldiki jaringan ini," terangnya.

Penggagalan penyelundupan methampetamine (sabu) melalui barang kiriman ini diperkirakan senilai 140 juta rupiah serta menyelamatkan hampir seribu nyawa dengan asumsi 1 gramnya dikonsumsi oleh 4-5 orang.

“Sinergi dalam pembongkaran penyelundupan metamphetamine ini merupakan komitmen Bea Cukai Tanjung Emas selaku community protector untuk mengawasi setiap barang yang masuk Negara Republik Indonesia dari barang larangan termasuk narkotika,” jelas Anton. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved