Berita Sukoharjo
JS Magetan Tipu Warga Sukoharjo Lolos CPNS Tanpa Tes, Raup Untung Rp 5 Miliar
Banyak orang percaya tes penerimaan CPNS banyak jalur titipan. Tapi nyatanya, begitu ada peluang, tak sedikit masyarakat yang memilih jalur belakang
TRIBUNJATENG.COM, SUKOHARJO - Banyak orang percaya tes penerimaan CPNS banyak jalur titipan.
Tapi nyatanya, begitu ada peluang, tak sedikit masyarakat yang memilih jalur belakang ini.
Ya, ratusan warga memilih membayar, demi anak mereka bisa jadi PNS.
Mayoritas merupakan warga Sukoharjo.
Bukannya melaporkan, ratusan orang ini malah tertarik dan ikut membayar.
Padahal, mereka sudah tahu kalau ini adalah cara curang.
Ulah mereka pun berujung sial.
Orang yang mereka bayar itu ternyata menipu.
Hal itu terungkap dari kasus penipuan yang diungkap Polres Sukoharjo.
Ratusan orang, jadi korban akal-akalan JS (50).
Warga Desa Klagen, Kecamatan Barat, Kabupaten Magetan Jawa Timur itu berhasil memperdayai ratusan korbannya dengan menjanjikan bisa memasukkan sebagai PNS tanpa harus mengikuti rangkaian tes seleksi.
Kepada ratusan korbannya, JS bisa menjanjikan bisa menjadikan seluruh 'pasien'nya jadi PNS.
JS yang merupakan mantan Kepala Desa (Kades) itu mengaku punya banyak relasi politik.
Agar lebih meyakinkan lagi, JS juga menggunakan rekening koran anaknya yang memiliki saldo sebesar Rp 31 Miliar.
Kapolres Sukoharjo, AKBP Wahyu Nugroho Setyawan mengatakan, rencananya, uang itu akan digunakan untuk modal nyalon di Pemilihan Bupati Magetan pada Pilkada yang akan datang.
“Pelaku juga menggunakan anaknya untuk bersama-sama menawarkan bisa memasukkan PNS ini kepada orang lain,” kata AKBP Wahyu Nugroho Setyawan, kepada TribunSolo.com, Selasa (10/08/2021).
‘Bisnis’ JS berkembang pesat.
Banyak orang yang tergiur dengan tawaran PNS ini.
Dari informasi yang diterima TribunSolo.com, paling sedikit dari mereka bayar Rp 12 juta.
Ada yang sampai membayar Rp 83 juta.
Hingga akhirnya, JS mampu meraup untung hingga Rp 5 miliar lebih dari para korban !
Namun bisnis haram JS tidak bisa bertahan lama.
Polres Sukoharjo berhasil menghentikannya setelah mendapat laporan dari salah satu korban.
Polisi kemudian melakukan penyelidikan dan melakukan penangkapan pelaku.
“Pelaku kami tangkap di sebuah kontrakan di daerah Beji, Kabupaten Pemalang,” pungkasnya. (*)
Artikel ini telah tayang di TribunSolo.com dengan judul Tak Tahu Malu, Ratusan Warga Sukoharjo Coba Nyogok Demi Anak Jadi PNS, Paling Minim Rp 12 Juta,
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/ilustrasi-uang-sogokan_20170607_155804.jpg)