Breaking News:

OJK : Pasar Modal Indonesia Terus Membaik

IHSG hingga Senin (9/8) tercatat menguat ke level 6.127,46 atau tumbuh 2,48 persen yoy, dengan aliran dana asing tercatat masuk Rp 18,24 triliun

Editor: Vito
OJK : Pasar Modal Indonesia Terus Membaik
TRIBUNNEWS/HERUDIN
Pialang mengamati pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta Selatan.

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Wimboh Santoso menyatakan, pasar modal Indonesia masih tetap bertahan dari dampak pandemi dengan menunjukkan kinerja stabil dan terus membaik.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hingga Senin (9/8) tercatat menguat ke level 6.127,46 atau tumbuh 2,48 persen secara tahun berjalan dengan aliran dana asing tercatat masuk sebesar Rp 18,24 triliun.

Penghimpunan dana melalui pasar modal hingga 3 Agustus 2021 juga tumbuh sebesar 99,36 persen secara tahunan, atau sebesar Rp 117,94 triliun dari 27 emiten baru yang melakukan penawaran umum.

“Capaian ini hampir melampaui perolehan tahun 2020 yang sebesar Rp 118,7 triliun, dan kami yakin dapat kembali mencapai level sebelum pandemi di akhir tahun 2021,” paparnya, dalam sambutan virtual HUT ke-44 Pasar Modal Indonesia, Selasa (10/8)..

Sementara hingga saat ini terdapat 83 penawaran umum dalam proses senilai total Rp 52,56 triliun dengan 40 di antaranya akan dilakukan melalui mekanisme initial public offering (IPO).

"Ke depan, OJK akan terus berupaya meningkatkan basis supply, antara lain dengan mengakomodir calon emiten dari new economy atau start-up yang diharapkan dapat turut meramaikan perdagangan saham di BEI," tutur Wimboh.

Di sisi lain, menurut dia, terjadi peningkatan jumlah investor yang signifikan hingga per Juli 2021, jumlah single identification number (SID) tercatat sebanyak 5,82 juta.

"Meningkat dua kali lipat sejak awal pandemi, yang menunjukkan tingginya optimisme investor terhadap pasar modal Indonesia," tandasnya.

Senada diungkapkan Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI), Inarno Djajadi. Menurut dia, situasi pandemi covid-19 tidak menyurutkan minat investor untuk bertransaksi di pasar modal Tanah Air.

Dari sisi permintaan, jumlah yang tercatat pada PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) per 6 Agustus 2021 terdiri atas investor saham, reksa dana, dan surat utang telah bertumbuh.

"Tumbuh lebih dari 50 persen menjadi 5,8 juta investor dibandingkan dengan akhir 2020. Dari jumlah tersebut, 2,6 juta di antaranya merupakan investor saham," pungkasnya.

Berdasarkan komposisi per Juli 2021, Inarno menyatakan, investor ritel membukukan aktivitas transaksi yang besar di lantai bursa, yakni mencapai porsi 59,1 persen dari total rata-rata nilai transaksi harian di BEI.

Menurut dia, investor ritel menguasai sekitar 41,9 persen saham, dan sisanya dimiliki oleh investor institusi. "Hal ini meningkat dibandingkan dengan keadaan tahun lalu dan menunjukkan bahwa kebangkitan investor ritel yang tumbuh sejak tahun 2020 masih berlanjut hingga saat ini," terangnya.

Inarno mengungkapkan, capaian lain yakni jumlah investor syariah telah mencapai angka 100 ribu per akhir Juli 2021.

"Semua pencapaian ini tentunya merupakan kerja keras seluruh stakeholders yang tetap memberikan kontribusi dalam memajukan pasar modal Indonesia," tukasnya. (Tribunnews.com/Yanuar Riezqi Yovanda)

Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved