Breaking News:

Stikes Telogorejo Semarang

Peran Fisioterapi dalam Pijat Bayi

Pijat bayi memiliki manfaat yang dapat berpengaruh terhadap peningkatan berat badan, kualitas tidur, dan perkembangan motorik.

Editor: abduh imanulhaq
Peran Fisioterapi dalam Pijat Bayi
STIKES TELOGOREJO
Ilustrasi pijat pada bayi

Oleh : Ika Rahman SFis MKM, Dosen Stikes Telogorejo Semarang

Masa tumbuh kembang bayi merupakan masa keemasan sekaligus masa kritis perkembangan seseorang yaitu pada usia 0- 12 bulan. Yang dimaksud masa keemasan yaitu masa bayi berlangsung sangat singkat dan tidak dapat diulang kembali.

Sedangkan masa kritis adalah masa bayi sangat peka terhadap lingkungan dan membutuhkan asupan gizi serta stimulasi yang baik untuk pertumbuhan dan perkembangannya. Mungkin banyak orang tua apalagi seorang ibu yang terpenting hanya pada pemenuhan asupan gizi anak saja dan tidak terlalu mementingkan pijat untuk bayi. Perlu diketahui, walaupun bukan satu hal yang wajib, pijat pada bayi dapat mempengaruhi perkembangannya.

Pijat bayi memiliki manfaat yang dapat berpengaruh terhadap peningkatan berat badan, kualitas tidur, dan perkembangan motorik kasar pada bayi dengan frekuensi pemijatan dua kali sehari. Bayi yang dipijat dengan frekuensi dua kali sehari akan lebih berpengaruh terhadap perkembangan, denyut jantung, dan imunitas bayi. pemberian terapi (pijat) bisa memberikan efek positif secara motorik, antara lain kemampuan mengontrol koordinasi jari tangan, lengan, badan dan tungkai.

Ika Rahman, S.Fis., MKM, Dosen Stikes Telogorejo Semarang
Ika Rahman, S.Fis., MKM, Dosen Stikes Telogorejo Semarang (IST)

Untuk melihat dan mengetahui cara pijat pada bayi dapat kita akses dengan mudah, seperti melalui media Youtube atau searching di Google. Tetapi dengan melihat tutorial seperti itu tidaklah cukup untuk memijat bayi kita.

Sebagai bahan pertimbangan untuk melakukan pijat bayi, lebih baik kita memilih fisioterapi dalam melakukan pijat bayi. Mungkin banyak orang tua yang tahu peran fisioterapi hanya pada anak berkebutuhan khusus saja. Padahal peran fisioterapi juga bisa melakukan teknik pijat bayi yang bermanfaat untuk pertumbuhan dan perkembangannya.

Berikut ini adalah peran fisioterapi pada pijat bayi:

Fisioterapi melakukan pemeriksaan fisik sebelum dan selama dilakukan pemijatan, hal ini tidak kita dapatkan hanya dengan melihat media tutorial saja. Pemeriksaan fisioterapi di sini dilakukan untuk memeiksa bentuk tubuh, panjang otot, lingkar anggota tubuh, reflek, dan pola gerak.

Apabila dalam pemeriksaan ditemukan adanya kelainan atau keterlambatan dapat langsung diberikan tindakan terapi ditambah dengan latihan-latihan fisik sesuai dengan masalah atau keterlambatan yang ditemui. Untuk gerakannya sama seperti pijat bayi biasa, yang membedakannya adalah dosis seperti kuat ringannya sentuhan, kecepatan sentuhan, pengulangan gerak, dan sambil memperhatikan respon gerakan yang muncul. Latihan dianggap berhasil jika respons yang muncul sesuai dengan target yang ditetapkan oleh fisioterapis.

Apabila dalam pemeriksaan fisioterapi tidak ditemukan masalah, maka fisioterapis tetap menjaga pertumbuhan dan perkembangan baik motoric maupun sensorik sesuai usia anak. Fisioterapis melakukan pijat bayi juga melihat setiap fase perkembangan yang dilalui oleh anak seperti tengkurap, berguling, duduk, merangkak, berdiri dan berjalan. Sehingga peran fisioterapi pada pijat bayi di sini sangatlah penting dan bermanfaat untuk pertumbuhan dan perkembangan bayi. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved