Breaking News:

PPKM Terus Diperpanjang, Ekonomi Bisa Anjlok Lagi

tren ekonomi Indonesia akan turun pada kuartal III/2021, di mana PPKM membuat pergerakan orang dan kegiatan ekonomi berkurang.

Editor: Vito
Shutterstock
Ilustrasi - pertumbuhan ekonomi 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Pemerintah kembali memperpanjang PPKM Level 4 di beberapa wilayah Jawa-Bali dan luar Jawa-Bali hingga 16 Agustus 2021, sedangkan di luar Jawa-Bali hingga 23 Agustus 2021.

Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Ahmad Heri Firdaus mengatakan, perpanjangan PPKM pada Agustus ini akan mempengaruhi pertumbuhan ekonomi di kuartal III/2021.

Ia memproyeksi, tren pertumbuhan ekonomi di kuartal III/2021 akan terbalik dibandingkan dengan pertumbuhan ekonomi kuartal III/2020. "Kalau dampak dibanding kuartal III tahun lalu (year on year/yoy), dengan kuartal III saat ini jelas sepertinya ada penurunan," katanya, saat dihubungi Kompas.com, Selasa (10/8).

Pada kuartal II/2020, ekonomi Indonesia menunjukan tren perbaikan dari minus 5,23 persen, menjadi minus 3,49 persen pada kuartal III/2020. Sedangkan pada kuartal II/2021, ekonomi Indonesia tumbuh 7,07 persen.

Heri memproyeksi tren ekonomi Indonesia akan turun pada kuartal III/2021. Ia berujar, PPKM membuat pergerakan orang dan kegiatan ekonomi berkurang. Maka, aktivitas produksi seperti penjualan dan konsumsi akan menurun.

Sedangkan pada kuartal III tahun lalu, aktivitas ekonomi mulai kembali menggeliat setelah relaksasi PSBB. Namun di kuartal III/2021 ini, pemerintah justru memperketat mobilitas akibat gelombang kedua varian Delta Covid-19 mulai menyebar.

"(Bulan) Juli saja sudah banyak pengetatan, diperpanjang (sampai) Agustus berupa PPKM (Level 4) jelas mempengaruhi kinerja pertumbuhan ekonomi dibanding kuartal III tahun lalu. Triwulan III tahun kemarin kita sudah mulai agak pulih, tapi triwulan III sekarang malah sebaliknya," tuturnya.

Kendati begitu, Heri menyebut, dampak perpanjangan PPKM berbeda dengan PPKM sebelumnya, mengingat ada beberapa perubahan pembatasan.

Misalnya, pusat perbelanjaan saat ini boleh beroperasi dan dikunjungi konsumen dengan memperlihatkan kartu vaksin. Sedangkan anak-anak dan manula masih belum boleh mengunjungi pusat keramaian karena lebih rentan.

"Kita lihat pusat perbelanjaan secara bertahap (boleh-Red) buka, tapi dengan ada aturan harus pakai sertifikat vaksin, prokes ketat, memang agak berbeda dengan PPKM awal," ucapnya.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved