Breaking News:

Berita Purbalingga

Warga Kejobong Purbalingga Meninggal Tidak Wajar, Tetangga Berdatangan Dengar Jeritan Wanita

Warga Kejobong Purbalingga meninggal secara tidak wajar, tetangga berdatangan setelah terdengar jeritan perempuan.

Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: Daniel Ari Purnomo
Humas Polres Purbalingga
Polisi saat mendatangi rumah JM (55) warga Desa Kejobong, Kecamatan Kejobong, Kabupaten Purbalingga yang ditemukan tewas gantung diri di rumahnya, Selasa (10/8/2021).  

TRIBUNJATENG.COM, PURBALINGGA - Seorang laki laki berinisial JM (55) warga Desa Kejobong, Kecamatan Kejobong, Kabupaten Purbalingga ditemukan tewas gantung diri di rumahnya, Selasa (10/8/2021). 

Ia ditemukan oleh istrinya sendiri, di ruang kamar tidur.

Polisi dari Polsek Kejobong dan Inafis Polres Purbalingga yang mendapat laporan kemudian mendatangi lokasi kejadian.

Selanjutnya melakukan pemeriksaan di TKP dan meminta keterangan sejumlah saksi.

Kapolsek Kejobong, Iptu Supriyanto mengatakan dari informasi yang diperoleh pelaku gantung diri ditemukan pertama kali oleh saksi yang merupakan istrinya sekira pukul 06.00 WIB. 

Saat itu, saksi hendak mengantar makanan untuk sarapan pagi namun menemukan suaminya sudah tergantung.

"Mendapati hal tersebut, saksi kemudian berteriak meminta tolong hingga warga berdatangan dan selanjutnya melaporkan kejadian ke perangkat desa dan Polsek Kejobong," jelas kapolsek.

Kapolsek menjelaskan bahwa pihak kepolisian sudah melakukan pemeriksaan di TKP. 

Selain itu, memeriksa jenazah korban bersama petugas medis Puskesmas Kejobong dan Inafis Polres Purbalingga.

"Hasil pemeriksaan tidak ditemukan tanda kekerasan atau hal yang mencurigakan.

Korban meninggal karena gantung diri dan pada jenazah ditemukan ciri khas gantung diri," tambahnya. 

Kapolsek menambahkan, penyebab bunuh diri diduga karena pelaku mengalami depresi. 

Berdasarkan keterangan keluarganya, korban pernah memiliki riwayat depresi dan sudah beberapa kali berobat di rumah sakit khusus gangguan kejiwaan.

"Setelah dilakukan pemeriksaan, jenazah korban kemudian diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan. Keluarga tidak menghendaki untuk dilakukan autopsi dan menerima kematian korban," imbuhnya.

(*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved