Breaking News:

Berita Sragen

Adanya Pandemi Covid-19, Kasus Kebakaran di Sragen Menurun, Banyak Warga di Rumah

Kabid Pemadam Kebakaran Satpol-PP Sragen, Sunardi mengatakan penurunan ini dikarenakan selama Pandemi masyarakat banyak yang berada di rumah. Sehingga

Penulis: Mahfira Putri Maulani | Editor: m nur huda
Tribun Jateng /Mahfira Putri Maulani
Mobil Pemadam Kebakaran Sragen ketika akan menindaklanjuti kebakaran lahan di Kecamatan Gemolong beberapa waktu lalu. 

TRIBUNJATENG.COM, SRAGEN – Datangnya Pandemi Covid-19 membuat angka kebakaran di Kabupaten Sragen mengalami penurunan selama satu setengah tahun terakhir.

Pada 2019 setidaknya ada sebanyak 240 kejadian kebakaran di Sragen. Pada 2020, ketika Virus Corona mulai masuk Indonesia angkanya turun drastis menjadi 83 kejadian.

Sementara pada 2021 per Juli terdapat 50 kejadian kebakaran di Sragen. Kebakaran paling banyak terjadi di pemukiman warga disusul non pemukiman dan lainnya.

Kabid Pemadam Kebakaran Satpol-PP Sragen, Sunardi mengatakan penurunan ini dikarenakan selama Pandemi masyarakat banyak yang berada di rumah. Sehingga tingkat kewaspadaan tinggi.

"Masa Pandemi Covid-19 banyak warga yang dirumah, tingkat kebakaran kecil. Karena banyak yang dirumah  dan tingkat kewaspadaan lebih tinggi," kata Sunardi.

Dirinya melanjutkan kejadian kebakaran dengan intensitas tinggi sering terjadi di bulan Juni, Juli dan Agustus. Sunardi mengatakan biasanya dalam sehari ada 2-4 kejadian kebakaran.

Sementara selama Pandemi ini dalam sebulan, kejadian kebakaran hanya terjadi sebanyak 1-2 kali dalam sebulan. Kejadian kebakaran paling sering terjadi di wilayah Utara Bengawan.

Hal ini dikarenakan banyaknya lahan kering dan juga peternakan. Kebakaran terjadi biasanya saat masyarakat menghidupkan obat nyamuk bakar dan akhirnya merambat ke jerami.

"Paling sering terjadi kebakaran di Utara Bengawan, karena disana banyak lahan kering dan juga banyak peternak."

"Banyak kejadian masyarakat yang membakar pengusir nyamuk dibiarkan menyala, akhirnya merambat ke jerami lalu ke rumahnya. Itu paling banyak terjadi," terang Sunardi.

Selain itu, kebakaran pemukiman disebabkan konsleting arus listrik, kompor gas, tungku masak hingga putung rokok. Lahan pekarangan atau kebun dan kebakaran hutan.

Wilayah Utara Bengawan yang sering terjadi kebakaran diantaranya, Kecamatan Gemolong, Kalijambe, Mondokan, Miri, Jenar, Tangen, Gesi.

Sementara di selatan Bengawan kebakaran sering terjadi di Kecamatan Karangmalang sekitarnya. (uti)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved