Breaking News:

Berita Kudus

DKK Kudus Mewaspadai Penyuntikan Vaksin Astrazeneca: Banyak yang Alami KIPI

Kasi Survalens DKK Kudus, Aniq Fuad sudah meminta sejak awal kepada tenaga kesehatan untuk mewaspadai vaksinasi menggunakan astrazeneca

Penulis: raka f pujangga | Editor: muslimah
TribunJateng.com/Raka F Pujangga
Kasi Survalens Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kudus, Aniq Fuad ‎saat ditemui di kantornya. 

TRIBUNJATENG.COM, KUDUS - Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kudus menginstruksikan tenaga kesehatan untuk mewaspadai Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) vaksin astrazeneca (AZ).

Kasi Survalens DKK Kudus, Aniq Fuad sudah meminta sejak awal kepada tenaga kesehatan untuk mewaspadai vaksinasi menggunakan astrazeneca.

Pasalnya, vaksinasi astrazeneca memiliki kasus KIPI yang lebih banyak dibandingkan menggunakan vaksin sinovac.

"Sejak awal sudah harus waspada karena paling banyak KIPI-nya pada beberapa kasus," jelas dia, Rabu (11/8/2021).

Menurut Aniq, terdapat kurang dari 15 orang yang ‎melaporkan terjadi gejala demam pasca imunisasi.

Sedangkan satu orang, warga mengalami pingsan pasca imunisasi. Namun hal itu diduga buka karena vaksin AZ melainkan kekhawatiran yang berlebihan.

"Jumlah orang yang mengalami demam mungkin ada tetapi tidak dilaporkan. Yang dilaporkan kurang dari 15 orang," ucapnya.

Makanya, Aniq mengimbau tenaga kesehatan untuk menginformasikan kepada masyarakat agar tidak terlalu banyak aktivitas.

"Setelah vaksin harapannya agar aktivitas kerjanya dikurangi," jelas dia.

Hingga Selasa (10/8/2021) kemarin, ‎vaksinasi AZ sudah berjalan sekitar 6.025 orang untuk penyuntikan dosis pertama.

Sedangkan untuk penyuntikan dosis kedua hanya ada satu orang karena sebelumnya telah mendapatkan dosis pertama.

"Dengan jumlah vaksin AZ yang kami terima ada 15 ribu dosis, berarti masih tersisa sekitar sembilan ribu kurang sedikit," ujarnya.

‎‎Menurut Aniq, penyuntikan vaksinasi tahap pertama sudah mencapai 22,2 persen atau sebanyak 146.723 dosis.

Sedangkan penyuntikan dosis kedua pencapaiannya telah mencapai 17,8 persen atau sebanyak 117.541 dosis.

"Penyuntikan vaksinasi di Kabupaten Kudus peringkat kelima di Jawa Tengah, sedangkan ‎peringkat pertama vaksinasi Surakarta," ujar dia. (raf)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved