Breaking News:

Berita Semarang

Pasar Indonesia Menarik, Produsen Kendaraan China Bidik Warga yang Masih Banyak Belum Bermobil

Pasar Indonesia kian menarik, produsen kendaraan China ramai-ramai merangsek masuk.

Penulis: mamdukh adi priyanto | Editor: moh anhar
TRIBUN JATENG/HERMAWAN HANDAKA
Pengemudi Taksi Bluebird Semarang memastikan kondisi armada dengan kepala bengkel sebelum berangkat melayani pelanggan di garasi Bluebird Jalan Brigjen Sudiarto No.492, Pedurungan, Kota Semarang, Jawa Tengah, Rabu (8/1/20). Pengecekan ini setiap hari selalu di lakukan sebelum berangkat dan masuk garasi. (Tribun Jateng/Hermawan Handaka) 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Pasar Indonesia kian menarik, produsen kendaraan China ramai-ramai merangsek masuk.

Sekretaris Umum Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Kukuh Kumara memaparkan, secara umum, faktor terbesar yang membuat industri otomotif Indonesia menarik di mata dunia adalah potensi pasarnya yang besar.

"Saat ini populasi orang di Indonesia sebanyak lebih dari 270 juta penduduk. Adapun rasio kepemilikan mobil baru mencapai 99 mobil per 1.000 orang, artinya masih sangat rendah dibandingkan dengan negara ASEAN lainnya," kata dia kepada Kontan.co.id, Rabu (11/8).

Baca juga: Ibu Hamil dan Menyusui Bisa Vaksin di Solo, Kuota 1.000 Orang

Baca juga: Berita Duka, Siti Sarah Penyanyi Meninggal Kondisi Hamil Terpapar Corona, Bayi Bisa Diselamatkan

Baca juga: Perang Baliho Puan Maharani dan Airlangga Hartanto Muncul di Batang, Apa Komentar Wihaji?

Pasar otomotif Indonesia bakal semakin ketat lantaran masuknya sejumlah produsen asal China.

Terbaru, Chery yang akan kembali mengaspal di Indonesia dengan menjanjikan produk yang lebih segar dan canggih dibandingkan sebelumnya.

Sebelumnya pada 2020, kendaraan komersial khususnya truk milik SAIC Motor Corporation Ltd yaitu Hongyan sudah merangsek pasar Indonesia.

Kendati sudah bergabung ke Gaikindo sejak 2020, sampai dengan saat ini mereka belum mencatatkan jumlah penjualannya.

Melansir data yang dikirimkan Gaikindo, Thailand mencatatkan rasio kepemilikan mobil sebanyak 275 mobil per 1.000 orang, adapun Malaysia sampai 400 mobil per 1.000 orang.

Jika melihat populasi penduduk Indonesia yang lebih banyak dibandingkan kedua negara ini, Kukuh menegaskan, potensi kepemilikan mobil di Tanah Air masih sangat besar ke depannya.

Tidak hanya itu, saat ini infrastruktur jalan di Indonesia semakin baik dan banyak sehingga pasar otomotif-nya pun kian menarik.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved