Breaking News:

Berita Kendal

Proyek Bendungan Blimbing Kendal Sudah Setengah Jadi: Untuk Irigasi 1.000 Hektar Sawah

Pembangunan bendung irigasi di Desa Blimbing, Kecamatan Boja, Kabupaten Kendal mencapai 52 persen.

Penulis: Saiful Ma'sum | Editor: Daniel Ari Purnomo
Tribun Jateng/ Saiful Masum
Peninjau proges pembangunan Bendung Sungai Glagah di Desa Blimbing Kecamatan Boja oleh Bupati Kendal Dico M Ganinduto bersama dinas terkait, Rabu (11/8/2021). 

TRIBUNJATENG.COM, KENDAL - Pembangunan bendung irigasi di Desa Blimbing, Kecamatan Boja, Kabupaten Kendal mencapai 52 persen.

Bendung irigasi yang dibangun kembali di Sungai Glagah ini diproyeksikan bisa digunakan untuk mengairi 1.000 hektare sawah dari anggaran dana alokasi khusus (DAK) Rp 3,6 miliar.

Bupati Kendal, Dico M Ganinduto mengatakan, bendung ini merupakan salah satu bendung yang terbesar dikelola kabupaten. Dengan ini, Dico berharap pertanian di wilayah Blimbing dan sekitarnya bisa hidup lebih maksimal untuk menghasilkan produk yang melimpah.

"Kita harapkan, bendung ini nantinya bisa membantu para petani dalam mengairi sawahnya. Kita akan petakan lagi wilayah mana yang perlu diperhatikan pengairannya agar pertanian di Kabupaten Kendal lebih maju lagi," terangnya di Kendal, Rabu (11/8/2021).

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kendal, Sugiono menambahkan, Bendung Blimbing dibangun kembali pada sisi tebing kanan dan kiri yang mulai rusak. Bangunan utama bendung juga dilakukan perbaikan setelah banyak yang bocor. 

Pihaknya juga fokus membangun ulang saluran irigasi agar air yang disalurkan bisa sampai ke persawahan. "Bendung Blimbing ini sudah rusak, airnya bocor tidak semuanya sampai ke sawah. Dengan perbaikan ini, diharapkan manfaat air tidak hanya mengairi 350 hektare sawah saja, namun meningkat menjadi 1.000 hektare di 5 desa sekitar," tuturnya.

Sugiono menarget, pembangunan bendung yang menelan anggaran Rp 3,6 miliar ini rampung dalam 1 bulan ke depan. Dengan harapan, air yang ada bisa segera dimanfatakan oleh warga sekitar untuk kebutuhan pertanian mengingat debit air sungai cukup tinggi sepanjang tahun. 

Kades Blimbing, Sutrisno menerangkan, bendung Sungai Glagah ini menjadi tumpuan irigasi persawahan di 5 desa. Meliputi, Desa Blimbing, Salamsari, Boja, Bebengan, dan Merbuh dengan luasan persawahan mencapai 1.000 hektare. 

Katanya, bendung tersebut sudah 2 tahunan rusak sehingga air yang ditampung tidak maksimal. Pihak desa juga khawatir jika kerusakan tidak ditangani segera akan berdampak pada kerusakan bendung utama. Sehingga, persawahan di 5 desa terancam kekeringan. 

"Kami temukan lubang cukup besar di bendungan dan saluran irigasi. Alhamdulillah, ini mulai diperbaiki. Dengan harapan, setelah ini bisa mengairi sawah yang kemarin sempat kesulitan air. Juga kita optimalkan nanti sebagai tempat wisata desa," terangnya. (Sam)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved