Breaking News:

Berita Banyumas

Aturan Pengalihan Bansos di Banyumas, Kadinsos: Asal Disepakati Bansos Bisa Dialihkan

Pelaksanaan bansos sampai dengan saat ini masih menjadi persoalan. Di antaranya soal bantuan yang dialihkan kepada penerima lain.

Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: moh anhar

TRIBUNJATENG.COM, PURWOKERTO - Pelaksanaan bansos sampai dengan saat ini masih menjadi persoalan. 

Sebelumnya sempat ada laporan di Banyumas terkait penyunatan bantuan yang sampai dilaporkan kepada pihak kepolisian. 

Kemudian ada pula aduan masyarakat terkait validasi data, dipindah nama, atau juga pembagian bantuan agar bantuan tersebut bisa merata. 

Kepala Dinsospermades Banyumas, Widarso mengatakan soal bantuan yang dialihkan kepada penerima lain, hal tersebut bisa saja terjadi. 

Baca juga: Soal Ajakan Penjarahan di Blora, Ganjar Pranowo: Jangan Bikin Keributan

Baca juga: Kartu Nikah Bentuk Fisik Akan Dihapuskan Per Agustus Ini, Kartu Nikah Digital Jadi Gantinya

Baca juga: Ketua MUI KH Miftachul Akhyar Alami Kecelakaan, Wapres Doakan agar Segera Pulih

"Kalau yang saya baca dari Kementerian memang kalau proses sederhananya tidak ada dikembalikan. 

Proses cukup panjang memang diperbolehkan dari pihak RT RW diketahui Desa untuk mengalihkan," katanya kepada Tribunjateng.com, Kamis (12/8/2021). 

Namun menurut Widarso sepanjang ada kesepakatan hal itu tidaklah masalah. 

"Kuncinya adalah musyawarah.

Harus diketahui Desa atau Kelurahan, yang nantinya menyampaikan ke Dinas. 

Kemudian dari Dinas akan teruskan ke Kementrian," katanya. 

Pengalihan bantuan bisa terjadi dalam kasus karena karena orangnya sudah tidak ada, atau bisa juga karena sudah pindah.

"Nah dari pada dikembalikan, itu boleh dilakukan hal tersebut," jelasnya. 

Baca juga: Sejumlah Pejabat Polisi Dilakukan Mutasi, Kapolda: Langsung Tugas, Tak Usah Ada Acara Pisah Sambut

Baca juga: Syarat Sertifikat Vaksin untuk Masuk Pusat Perbelanjaan Merugikan Sebagian Masyarakat

Baca juga: Not Angka Lagu Nasional Tanah Airku Tidak Kulupakan

Pihaknya tak memungkiri, data yang sekarang ini seperti banyak yang meleset.

"Kelihatannya data di Kementerian di lapangan banyak yang meleset. 

Kalau mengacu pada data terbaru ya update seharusnya," ungkapnya. (Tribunbanyumas

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved