MotoGP

Insiden Marquez & Quartararo, MotoGP Akhirnya Terapkan Hukuman Jika Manuver Pebalap Terlalu Agresif

MotoGP menerapkan aturan terbaru, pembalap tidak diizinkan melakukan manuver yang terlalu agresif.

Editor: sujarwo
TWITTER.COM/MOTORCYCLESP
Tangkapan layar benturan antara Aleix Espargaro (Aprilia Gresini) dan Marc Marquez (Repsol Honda) pada balapan MotoGP Styria di Red Bull Ring, Austria, 8 Agustus 2021. 

TRIBUNJATENG.COM - MotoGP menerapkan aturan terbaru, pembalap tidak diizinkan melakukan manuver yang terlalu agresif.

Aturan tersebut berlaku mulai akhir pekan ini ketika seri 11 dimulai pada MotoGP Austria digelar di Sirkuit Red Bull Ring.

MotoGP telah menyiapkan peringatan hingga sanksi dan hukuman bagi pebalap yang kedapatan melanggar aturan tersebut. 

Aturan itu diterapkan menyusul insiden Fabio Quartararo yang membalap dalam kondisi tanpa pelindung dada dan retsleting terbuka pada MotoGP Catalunya.

Selain itu, penerapan aturan ini juga merespons kritikan terhadap steward MotoGP yang dianggap membiarkan aksi Marc Marquez melakukan manuver agresif dua kali yang menyenggol Aleix Espargaro di MotoGP Styria.

Berangkat dari insiden yang melibatkan Marc Marquez dan secara terpisah juga dilakukan Fabio Quartararo, aturan sanksi dan hukuman bagi pebalap akan diterapkan.

Secara spesifik, MotoGP memiliki fitur baru bagi Race Direction untuk memberi notifikasi langsung lewat dasbor pembalap, dikutip Tribun Jogja dari laman bolasport.

Dua pesan dalam notifikasi tersebut adalah saat perlengkapan pembalap tidak terpasang sempurna dan ketika pembalap melakukan manuver yang dianggap terlalu agresif.

Aturan terkait perlengkapan lomba diterapkan berdasarkan hasil diskusi menyusul insiden Fabio Quartararo pada balapan MotoGP Catalunya.

Race Direction kala itu membiarkan Quartararo membalap dengan ritsleting jaket balapnya terbuka sepenuhnya dan tanpa pelat pelindung dada.

Race Director MotoGP, Mike Webb, menjelaskan bahwa situasi semacam ini memerlukan sinyal khusus.

"Saat ini tidak ada sinyal yang benar-benar pas," kata Mike Webb, dilansir dari laman resmi MotoGP.

"Kita memiliki sinyal untuk masalah teknis, diskualifikasi, dan semacamnya, tetapi setelah insiden itu kami memutuskan bahwa kami memerlukan sinyal khusus."

"Itu karena [perlengkapan pembalap] berbeda dengan masalah teknis ketika ada kebocoran oli atau bahan bakar di mana motor harus meninggalkan trek secepatnya."

Halaman
123
Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved