Breaking News:

Berita Blora

Otak Selebaran Provokatif di Blora Minta Maaf Ke Presiden: 'Niku Mboten Jarak Kok'

Samijo alias Suro Samin Sentiko, otak penyebar selebaran provokatif meminta maaf karena telah membuat keresahan masyarakat di Blora.

Editor: m nur huda
KOMPAS.COM/ARIA RUSTA YULI PRADANA
Otak penyebar selebaran provokatif, Samijo alias Suro Sentiko Samin (pria berambut putih) meminta maaf kepada publik di Mapolres Blora, Kamis (12/8/2021). 

TRIBUNJATENG.COM, BLORA -  Samijo alias Suro Samin Sentiko, otak penyebar selebaran provokatif meminta maaf karena telah membuat keresahan masyarakat di Blora.

Dengan menggunakan bahasa Jawa, Samijo berjanji akan memperbaiki kesalahan yang telah diperbuatnya tersebut.

"Mohon maaf kalih Bapak Presiden, mohon maaf kalih Gubernur, mohon maaf kalih Bapak Bupati, mohon maaf kalih bapak polisi, mohon maaf kalih bapak Dandim. Lha kulo badhe memperbaiki lampah kulo sing mboten pantes dirungokke wong (Saya ingin memperbaiki perilaku saya yang tidak pantas didengarkan orang,red)," ucap Samijo di Mapolres Blora, Kamis (12/8/2021).

Baca juga: Suro Samin Sentika, Terduga Pelaku Utama Selebaran Provokasi Kerusuhan di Blora Ditangkap

Samijo mengakui selebaran provokatif tersebut memang merupakan ide yang dilakukannya.

Dirinya kemudian menyuruh seseorang untuk menuliskan idenya tersebut menjadi bentuk tulisan.

Sebanyak 24 terduga penyebar selebaran berbahasa Jawa diamankan di Mapolres Blora, Rabu (11/8/2021)
Sebanyak 24 terduga penyebar selebaran berbahasa Jawa diamankan di Mapolres Blora, Rabu (11/8/2021) (KOMPAS.COM/ARIA RUSTA YULI PRADANA)

"Lha wong niku mboten jarak kok, mungkin pemahaman itu ndadak, dadi mboten diancang- mboten (ide tersebut tidak disengaja, pemahaman dadakan, dan sehingga tidak direncanakan sebelumnya)," katanya.

Sekali lagi, dirinya kembali menyesali perbuatannya dan mengaku bukan seorang yang berpendidikan.

"Nyuwun ngapuro nggih, pancen wong deso sekolah mawon mboten dadi ngomong kadang saget kadang mboten (minta maaf ya, memang saya orang desa enggak bersekolah, sehingga berbicara kadang bisa kadang tidak)," jelasnya.

"Mugo-mugo koronane ndang rampung (semoga pandemi Corona segera berakhir)," imbuhnya.

Sementara itu, Rohmat yang menulis ide dari Samijo juga meminta maaf karena telah berbuat keresahan di masyarakat.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved