Breaking News:

Berita Pekalongan

Terdampak PPKM, Paguyuban Bakoel Kopi Pekalongan Mengadu ke DPRD

Perwakilan dari Paguyuban Bakoel Kopi Kabupaten Pekalongan mengadu ke DPRD setempat, mereka mengeluhkan dampak kebijakan PPKM.

Penulis: Indra Dwi Purnomo | Editor: galih permadi
TRIBUN JATENG/INDRA DWI PURNOMO
Perwakilan dari Paguyuban Bakoel Kopi Kabupaten Pekalongan mengadu ke Komisi II DPRD Kabupaten Pekalongan, mereka mengeluhkan dampak kebijakan PPKM. 

TRIBUNJATENG.COM, KAJEN - Perwakilan dari Paguyuban Bakoel Kopi Kabupaten Pekalongan mengadu ke DPRD setempat, mereka mengeluhkan dampak kebijakan PPKM.

Ketua Paguyuban Bakoel Kopi Erwan Kusana mengatakan, hal yang paling dikeluhkan pemilik kafe saat penerapan PPKM Darurat hingga Level 4 ialah pembatasan jam operasional.

Menurutnya, jam operasional tutup pukul 21.00 WIB, sama saja membunuh usaha secara perlahan.

Sebab, justru saat jam-jam itu biasanya pelanggan ramai berdatangan.

"Total karyawan di paguyuban kopi di Kabupaten Pekalongan ada 400 an orang.

Audiensi ini juga dorongan aspirasi dari karyawan kami yang tak ingin kafe berhenti," kata Ketua Paguyuban Bakoel Kopi Erwan Kusana, Kamis (12/8/2021).

Selain itu paguyuban ini juga mengeluhkan pemadaman lampu penerangan jalan, petugas yang datang ke kafe untuk penertiban, dan penutupan ruas jalan.

Erwan mengungkapkan, hal-hal itu, sangat berpengaruh terhadap bisnis kafe. Lalu, soal take away (pembelian bungkus), pihaknya sudah menerapkan.

Namun itu tetap saja lesu, karena sebagian besar kafe milik anggotanya adalah kafe yang menawarkan pemandangan (view) lokasinya.

"Poin yang kita sampaikan ke dewan yaitu jam buka operasional kafe sampai pukul 23.00 WIB."

Halaman
12
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved