Breaking News:

Berita Kendal

Anggota DPRD Kendal Harap Pemda Fasilitasi Kebutuhan STB Masyarakat Menengah ke Bawah

DPRD Kendal ingin pemerintah memberikan fasilitas Set Top Box (STB) kepada masyarakat kategori menengah ke bawah. 

Penulis: Saiful Ma'sum | Editor: Daniel Ari Purnomo
TRIBUNJATENG/SAIFUL MA'SUM
Bupati Kendal Dico M Ganinduto hadir langsung dalam sidang paripurna istimewa hari jadi ke-416 Kabupaten Kendal, Selasa (27/7/2021). 

TRIBUNJATENG.COM, KENDAL - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kendal mendorong penuh agar pemerintah daerah setempat memberikan fasilitas Set Top Box (STB) kepada masyarakat kategori menengah ke bawah. 

Hal ini menyusul rencana pelaksanaan program migrasi TV Digital atau Analog Switch Off (ASO) tahap satu yang tertuang dalam Peraturan Menteri Nomor 6 tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Penyiaran.

Pelaksanaan migrasi TV Digital oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia (Kemenkominfo) rencananya dimulai pada Agustus 2021 ini. 

Ketua Komisi A DPRD Kendal, Munawir mengatakan, beralihnya pada program TV Digital akan berdampak pada sebagian masyarakat kurang mampu. Terlebih dalam suasana pandemi Covid-19 yang mengakibatkan perekonomian masyarakat menjadi lebih sulit. 

Jika program TV Digital dimulai, masyarakat yang masih menggunakan TV tabung harus melengkapinya dengan STB atau converter agar tetap bisa menangkap siaran TV digital. 

Namun, masyarakat harus merogoh saku hingga ratusan ribu untuk membeli STB. Sementara saat ini kondisi ekonomi masyarakat belum stabil karena masih dalam suasana PPKM.

"Kalau pemerintah tetap melakukan migrasi TV digital, pemerintah ya harus memberikan bantuan STB bagi warga. Karena saat ini, masyarakat menengah ke bawah sedang kembang kempis akibat pandemi ini. Jangankan untuk beli STB yang harganya ratusan ribu, untuk makan saja mereka susah," terangnya, Jumat (13/8/2021).

Menurut Munawir, bantuan STB bagi masyarakat lapisan bawah sangat penting untuk keberlangsungan hidup.

Karenanya, beban masyarakat akan menjadi ringan dan tetap bisa mengetahui informasi-informasi terkini dari televisi. 

Ia khawatir, jika migrasi TV ini tetap dilakukan tanpa ada bantuan dari pemerintah kepada masyarakat kurang mampu, akan semakin menambah beban masyarakat.

Kehidupan rakyat Indonesia pun akan semakin susah dan dikhawatirkan akan semakin banyak warga yang menjerit. 

"Masyarakat lapisan bawah ini umumnya hanya memiliki TV tabung, sehingga mereka tidak bisa menonton TV jika sudah migrasi ke TV digital. Berbeda dengan masyarakat kelas atas yang umumnya sudah memiliki TV berbasis digital. Semoga pemerintah pro aktif dan bisa membantu masyarakat yang serba kekurangan, termasuk kebutuhan alat converter," tutur Munawir. (Sam)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved