Breaking News:

Berita Pati

Nenek di Pati Usia 93 Tahun Datangi Lokasi Vaksinasi Merdeka Candi

Seorang nenek berusia 93 tahun mengikuti program Vaksinasi Merdeka Candi yang digelar Polres Pati bekerja sama dengan Gusdurian Pati.

Penulis: Mazka Hauzan Naufal | Editor: Daniel Ari Purnomo
Humas Polres Pati
Polwan Polres Pati, Iptu Darwati (kiri), menuntun Ramini (93), lansia yang hendak mengikuti Vaksinasi Merdeka Candi di Kelenteng Hok Tik Bio Pati, Kamis (12/8/2021). 

TRIBUNJATENG.COM, PATI - Seorang nenek berusia 93 tahun mengikuti program Vaksinasi Merdeka Candi yang digelar Polres Pati bekerja sama dengan Gusdurian Pati, Kamis (12/8/2021).

Adapun tempat pelaksanaan suntik vaksin Covid-19 massal tersebut ialah di Kelenteng Hok Tik Bio Pati.

Untuk diketahui, Vaksinasi Merdeka Candi merupakan program inisiasi Polda Jawa Tengah yang digelar serentak di seluruh Polres jajaran. Program ini digelar dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-76 Republik Indonesia.

Lansia yang mengikuti suntik vaksin di Kelenteng Hok Tik Bio tersebut bernama Ramini. Warga Juwanalan Pati ini datang bersama putranya, Teguh Prihandoko.

Dia merupakan satu di antara 448 orang yang hari itu disuntik vaksin Sinovac.

Teguh mengatakan, ibunya yang hampir berusia satu abad itu masih dalam kondisi sehat.

“Masih sangat sehat. Sehari-hari masih telepon-teleponan. Tensinya juga normal. Beliau ingin divaksin, kami putranya juga mendorong. Klop istilahnya. Akhirnya saya datang dari Surabaya untuk mendampingi. Ibu saya juga senang diajak vaksin,” kata dia.

Teguh berharap, dengan disuntik vaksin, ibunya bisa aman dari Covid-19. Dia juga berharap masyarakat bisa mengikuti jejak sang ibu.

“Kalau ada vaksin, lebih baik vaksin sekarang juga. Selagi ada kesempatan, tidak usah pilih-pilih (jenis) vaksin. Ibu saya yang 93 tahun saja berani vaksin, kenapa yang lain tidak? Ini demi tercapainya herd immunity,” tegas dia.

Teguh berterima kasih pada Polres Pati dan Gusdurian yang telah menggelar kegiatan ini. Menurutnya, suntik vaksin minimal akan mengurangi risiko kegawatan dan kesakitan jika terkena virus corona.

Sementara, Ramini mengaku tidak merasakan sakit atau dampak lainnya setelah disuntik vaksin.

“Mboten onten rasane nopo-nopo (tidak ada rasanya apa-apa). Harapane aman-aman mawon, sehat-aman, ngoten mawon (Harapannya aman-aman saja. Sehat dan aman. Begitu saja),” ucap dia. (mzk)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved