Berita Internasional

Aksi Perampok Ini Gagal gara-gara Tulisan Tangannya Jelek

Di Inggris, seorang pria diduga merusak perampokan bank yang dirancangnya sendiri.

Kompas.com/Istimewa
Seorang pria Inggris diduga merusak perampokan bank yang dirancangnya sendiri, karena catatan tulisan tangan yang buruk sehingga tidak terbaca oleh kasir.(SUSSE POLICE via NEW YORK POST) 

TRIBUNJATENG.COM, LONDON - Di Inggris, seorang pria diduga merusak perampokan bank yang dirancangnya sendiri.

Penyebabnya, catatan tulisan tangan yang buruk sehingga tidak terbaca oleh kasir.

Alan Slattery yang berusia 67 tahun dituntut setelah beberapa kali berupaya melakukan perampokan di East Sussex.

Baca juga: Bos Samsung yang Terlibat Kasus Suap Akhirnya Dibebaskan Setelah Ditahan 207 Hari

Aksinya tak selalu mulus.

Hanya satu aksi pencuriannya sukses mengeruk 3.300 dollar AS (Rp 4,7 miliar), sementara dua upaya kejahatannya yang lain gagal.

Pensiunan itu mencoba merampok Nationwide Building Society pada pagi 18 Maret, dengan menyelipkan sebuah kertas label ke teller.

Tetapi, dia keluar dari sana tanpa uang tunai, karena teller tidak dapat membaca tulisannya.

Hanya setelah dia pergi, staf mengetahui bahwa catatan itu sebenarnya berisi ancaman "Pengamanan Anda tidak akan menghentikan apa yang saya dapatkan. Serahkan saja 10-an dan 20-an (dollar AS), Pikirkanlah tentang pelanggan."

“Catatan berisi ancaman yang dengan tulisan tangan Slattery yang buruk menggagalkan usahanya sendiri untuk merampok bank,” ujar Polisi Susse dalam pernyataannya melansir New York Post pada Kamis (12/8/2021).

Tapi Slattery tetap melakukan upaya perampokan dengan cara yang sama, meski percobaan pertamanya berantakan.

Pada 26 Maret dia kembali menyelipkan label catatan ke teller di Nationwide Building Society, yang bisa membaca tulisannya, dan menyerahkan uang tunai sekitar 3.300 dollar AS (Rp 4,7 miliar).

Rekaman pengawasan menunjukkan Slattery naik bus sesudahnya, dan dia diidentifikasi melalui perusahaan bus melalui foto di kartu pasnya.

Slattery lalu melancarkan penyerangan lagi untuk terakhir kalinya sebelum polisi mendakwanya, kali ini di bank NatWest pada 1 April.

Dia sekali lagi menggunakan catatan, tetapi kali ini teller memberikan perlawanan dan menakuti Slattery, yang kemudian meninggalkan bank tanpa mengambil apa pun.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved