Breaking News:

Berita Internasional

Aksi Perampok Ini Gagal gara-gara Tulisan Tangannya Jelek

Di Inggris, seorang pria diduga merusak perampokan bank yang dirancangnya sendiri.

Kompas.com/Istimewa
Seorang pria Inggris diduga merusak perampokan bank yang dirancangnya sendiri, karena catatan tulisan tangan yang buruk sehingga tidak terbaca oleh kasir.(SUSSE POLICE via NEW YORK POST) 

Pada 26 Maret dia kembali menyelipkan label catatan ke teller di Nationwide Building Society, yang bisa membaca tulisannya, dan menyerahkan uang tunai sekitar 3.300 dollar AS (Rp 4,7 miliar).

Rekaman pengawasan menunjukkan Slattery naik bus sesudahnya, dan dia diidentifikasi melalui perusahaan bus melalui foto di kartu pasnya.

Slattery lalu melancarkan penyerangan lagi untuk terakhir kalinya sebelum polisi mendakwanya, kali ini di bank NatWest pada 1 April.

Dia sekali lagi menggunakan catatan, tetapi kali ini teller memberikan perlawanan dan menakuti Slattery, yang kemudian meninggalkan bank tanpa mengambil apa pun.

 
Polisi menangkap Slattery yang berjalan di dekat rumahnya kemudian karena perampokan dan percobaan perampokan.

“Di rumahnya, polisi menemukan "label tempel" yang cocok dengan salah satu catatan tempelnya,” kata pernyataan itu.

"Insiden-insiden ini menyebabkan ketakutan dan kesusahan bagi karyawan yang bekerja di bank, dan masyarakat luas," kata Detektif Constable Jay Fair dalam sebuah pernyataan.

“Saya ingin berterima kasih kepada semua korban dan saksi yang mendukung penyelidikan kami, dan saya senang melihat beratnya pelanggaran yang tercermin dalam hukuman yang dijatuhkan oleh pengadilan.”

Menurut pernyataan polisi, Slattery akhirnya dijatuhi hukuman empat tahun penjara dan dua tahun di bawah pengawasan di Pengadilan Lewes Crown pada 16 Juli. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Gara-gara Tulisan Tangannya Jelek, Aksi Perampok Ini Akhirnya Digagalkan Aparat"

Baca juga: Mimpi Khabib Nurmagomedov Jadi Kenyataan, Resmi Gabung Tim Sepak Bola Kasta Ketiga Liga Rusia

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved