Breaking News:

Berita Kesehatan

Mantan Direktur WHO Asia Tenggara: Sudah dari Dulu Tes PCR di India Lebih Murah dari Indonesia

Harga tes PCR di India yang hanya senilai Rp 100 ribu menjadi perbincangan heboh di Indonesia.

Editor: rival al manaf
IST
FASTLab Hadirkan PCR Praktis dan Efisien 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Harga tes PCR di India yang hanya senilai Rp 100 ribu menjadi perbincangan heboh di Indonesia.

Masyarakat bertanya-tanya bagaimana bisa di Indonesia punya selisih harga yang lebih dari lima kali lipat?

Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (UI), Prof Tjandra Yoga Aditama menyebut kalau harga tes PCR lebih murah di Indonesia maka lebih mudah untuk mengendalikan penularan virus covid-19.

Baca juga: Prediksi Susunan Pemain Chelsea Vs Crystal Palace Liga Inggris, Lukaku Belum Siap Debut

Baca juga: Video Upacara HUT RI di Banjarnegara Hanya Digelar di Tingkat Kabupaten

Baca juga: Hasil Survei IPO: Anies & Ganjar Tetap Tinggi, Erick Thohir Ungguli Tokoh yang Banyak Pasang Baliho

Baca juga: Terhimpit Pandemi Aris Idol Jual Mobil Hingga Gitar, Langsung Dibeli Raffi Ahmad dengan Harga Lebih

"Kalau harga tes lebih murah maka jumlah tes di negara kita juga dapat lebih banyak sehingga lebih mudah mengendalikan penularan di masyarakat," ujar Tjandra kepada Tribun, Sabtu (14/8/2021).

Tentu kata Prof Tjandra perlu analisa yang mendalam mengapa sampai biaya tes PCR di tanah air begitu mahal.

Pengalaman Tjandra sewaktu menjabat Direktur WHO Asia Tenggara dan berkantor di New Delhi, biayanya tes PCR 2400 rupee, atau Rp 480.000.

Waktu itu tarif tes PCR di Indonesia masih sekitar lebih dari 1 juta rupiah.

Pada November 2020 pemerintah kota New Delhi menetapkan harga baru yang jauh lebih rendah lagi, hanya 1200 rupee atau Rp 240.000, turun separuhnya dari yang saya bayar di bulan September 2020. 

Lalu turun lagi harga tarif PCR menjadi 800 rupee saja (Rp 160.000) untuk pemeriksaan di laboratorium dan RS swasta.

Selanjutnya awal Agustus 2021 ini pemerintah kota New Delhi menurunkan lagi patokan tarifnya, menjadi 500 rupee, atau Rp 100 ribu saja.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved