Breaking News:

Berita Sragen

Vaksin Astrazeneca di Sragen Habis, Dosis Pertama Kembali ke Sinovac

Vaksin Covid-19 Astrazeneca untuk dosis pertama di Kabupaten Sragen habis. Vaksinasi dosis pertama pekan depan akan menggunakan vaksin Sinovac kembali

Penulis: Mahfira Putri Maulani | Editor: muslimah
TribunJateng.com/Mahfira Putri
Pelaksanaan vaksinasi Covid-19 kepada lansia dan pra lansia di Balai Desa Jono, Kecamatan Tanon Sragen, Rabu (28/7/2021) 

TRIBUNJATENG.COM, SRAGEN – Vaksin Covid-19 Astrazeneca untuk dosis pertama di Kabupaten Sragen habis. Vaksinasi dosis pertama pekan depan akan menggunakan vaksin Sinovac kembali.

Kendati demikian, Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati mengaku masih ada stok vaksin dengan merk lain, seperti Sinopharm, Sinovac dan Moderna.

"Vaksin Astrazeneca saat ini habis. Insyaallah kita akan mendapatkan kiriman lagi Sinovac yang bisa digunakan untuk dosis pertama," kata Bupati Yuni usai memantau vaksinasi.

Dari dosis Sinovac yang akan diterima ini, Yuni mengaku akan digunakan 3 ribu dosis terlebih dahulu untuk dosis pertama, sisanya akan digunakan untuk dosis kedua.

Hal ini mengantispasi kekurangan vaksin yang terjadi di sejumlah daerah. Yuni berharap agar celah antara dosis pertama dan dosis kedua tidak terlalu tinggi.

"Mungkin kiriman Sinovac ini bisa digunakan tiga ribu terlebih dahulu untuk dosis pertama yang lainnya untuk dosis kedua."

"Karena beberapa daerah dosis kedua habis, jadi benar-benar kita atur jangan sampai gap dosis pertama dan kedua terlalu tinggi," lanjut Yuni.

Selain menunggu kiriman vaksin Sinovac, Yuni mengaku saat ini pihaknya masih mempunyai stok vaksin Sinovac untuk dosis kedua minggu depan.

Vaksinasi Difabel

Selain Sinovac, Yuni mengaku masih mempunyai vaksin merk Sinopharm. Vaksin ini akan disutikkan kepada teman-teman Difabel yang ada di Sragen.

Pihaknya mencatat masih menyimpan sebanyak 5.100 dosis untuk 2.500 orang baik untuk dosis pertama maupun dosis kedua.

Pemkab Sragen sendiri sebelumnya telah memulai vaksinasi Covid-19 terhadap para Difabel satu pekan lalu, namun tingkat animonya terbilang rendah. Dari 600 Difabel yang diundang hanya datang sebanyak 160 Difabel.

Padahal di Kabupaten Sragen terdapat empat ribuan Difabel yang tersebar di 20 kecamatan di Sragen. Dengan begitu Yuni mengaku akan melakukan penggalakkan vaksinasi kembali kepada para difabel.

"5.100 dosis itu masih ada, belum kita suntikan karena baru kita data. Insyaallah nanti mulai (21/8) kita suntikan di seluruh Kabupaten Sragen untuk teman-teman Difabel," tandasnya.

Meskipun vaksin yang tersedia saat ini belum mengcover seluruh Difabel di Sragen, Yuni mengaku akan merampungkan jumlah ini terlebih dahulu baru mengupayakan kembali. (uti)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved