Video Densus 88 Tangkap Dua Warga Semarang Terduga Teroris
Dua terduga teroris di Kota Semarang yang disinyalir merupakan anggota Jamaah Islamiah (JI) ditangkap Densus 88.
Penulis: iwan Arifianto | Editor: abduh imanulhaq
Untuk terduga Djoko Soewarno (46) ditangkap selepaskan melaksanakan salat subuh di Masjid Kasmuri Nurussalam yang tak jauh dari rumahnya.
Selepas salat tersebut, ia dibekuk anggota Densus tepat di depan rumahnnya di Gang Damai 3, RT 7 RW 6, Wonolopo, Mijen, Kota Semarang.
"Istri dan anak Pak Djoko kaget atas penangkapan tersebut, kami sebagai warga juga tak percaya jika Pak Djoko diamankan aparat kepolisian lantaran diduga terlibat kasus terorisme," terang Ketua RT 7 RW 6, Wonolopo, Muhammad Ghufroni kepada Tribunjateng.com.
Ia menjelaskan, perasaan kaget yang dialami anak istri dan tetangga terduga teroris bukan tanpa alasan. Pasalnya, terduga selama ini dikenal sebagai sosok yang ramah terhadap tetangga dan memiliki jiwa sosial tinggi.
Terduga selama empat tahun tinggal di wilayah tersebut selalu ringan tangan ketika diminta tolong oleh tetangga sehingga tetangga tak menyangka sama sekali terduga terlibat aktivitas terorisme.
"Setiap ada kerja bakti dan ada tetangga yang kesusahan Pak Djoko selalu semangat untuk membantu. Orangnya arif bijaksana dan hubungan ke tetangga sangat bagus," papar Ghufroni.
Djoko dimata para tetangganya juga dikenal sebagai orang yang terbuka tak pernah bermasalah.
Bahkan, rumahnya yang baru saja direnovasi setiap sore menjadi tempat ngaji para anak-anak di lingkungan tersebut.
Di rumah tersebut ia tinggal bersama seorang istri dan enam orang anak dengan anak pertama sudah berstatus mahasiswa.
"Istrinya yang mengajar ngaji, kalau Pak Djoko setiap harinya aktif di kegiatan sebuah lembaga sosial di Jatisari. Rumahnya beliau juga baru direnovasi bantuan dari RTLH Pemrov Jateng," bebernya.
Tak ada orang asing yang kerap mendatangi rumah tersebut. Terduga juga diketahui jarang melakukan perjalan ke luar kota.
Ia banyak menghabiskan waktunya di wilayah sekitar. "Dulu pernah kerja sales kacamata, kaus kaki, kalau sekarang serabutan biasanya buruh nukang di rumah tetangganya," terangnya.
Ia menjelaskan, penangkapan terduga dilakukan selepas salat subuh oleh beberapa orang berpakaian preman. Selepas penangkapan yang dilakukan secara senyap tersebut, sejumlah barang bukti disita dari rumah terduga.
Anggota Densus 88 melakukan pengeledahan di rumah terduga, Jumat (13/8/2021) sekira pukul 10.30. Setelah melakukan pengeledahan sekira satu jam, anggota Densus membawa sejumlah barang di antaranya empat handphone jadul, dua handphone android, lima buah buku, dua buku rekening, peta, dan dua lembar kertas.
"Yang saya tahu hanya itu, tadi istri dan anak-anak terduga masih tampak syok saat pengeledahan," ujarnya.