Breaking News:

Berita Semarang

Disbudpar Kota Semarang Santuni Anak Yatim Piatu, Orangtua Meninggal Sakit Corona

Ratusan anak di Kota Semarang menjadi yatim maupun yatim piatu karena orangtuanya meninggal terpapar Covid-19.

Penulis: budi susanto | Editor: Daniel Ari Purnomo
Disbudpar Kota Semarang
Indrayasari Kadisbudpar Kota Semarang, saat menyalurkan bantuan ke anak terdampak Covid-19 di sejumlah daerah, beberapa waktu lalu 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Ratusan anak di Kota Semarang menjadi yatim maupun yatim piatu karena orangtuanya meninggal terpapar Covid-19.

Kondisi itu menggugah Pemkot Semarang untuk berbagi, guna meringankan beban anak-anak tersebut.

Tak hanya bantuan, pendampingan juga dilakukan Pemkot Semarang untuk terus mensupport anak-anak itu.

Kegiatan itu dilakukan hampir menyeluruh ke penjuru Kota Semarang, di tengah penerapan PPKM Jawa Bali.

Seperti yang dilakukan oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Semarang beberapa waktu lalu.

Disbudpar Kota Semarang ikut bergerak untuk meringankan beban anak-anak yang terdampak pandemi.

Tercatat tiga lokasi disasar Disbudpar, yaitu Penggaron Kidul, Tlogo Mulyo, dan Kemijen Kota Semarang.

Dalam kegiatan sosial tersebut, berbagai bantuan disalurkan untuk membantu anak-anak terdampak Covid-19.

Menurut Indrayasari, Kadisbudpar Kota Semarang, gerakan tersebut sebagai bentuk kepedulian Pemkot Semarang terhadap anak-anak terdampak Covid-19.

“Banyak anak-anak jadi yatim dan yatim piatu karena orangtuanya meninggal terpapar Covid-19, mereka membutuhkan perhatian lebih, karena masa depan anak-anak itu masih panjang,” jelasnya, Minggu (15/8/2021).

Halaman
12
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved