Breaking News:

Berita Jepara

Karimunjawa Sepi Wisatawan, Pekerja Sektor Wisata Alih Profesi

Pelaku wisata di Karimunjawa Kabupaten Jepara terdampak selama pandemi corona.

Penulis: rahdyan trijoko pamungkas | Editor: rival al manaf

TRIBUNJATENG.COM, JEPARA - Pelaku wisata di Karimunjawa Kabupaten Jepara terdampak selama pandemi corona.

Bahkan pengelola tempat wisata  harus alih profesi agar dapat memenuhi kebutuhan. 

Kondisi semakin parah saat pelaksanaan PPKM Darurat.

Para pengusaha harus merumahkan karyawannya karena tidak bisa membiayai operasional.

Baca juga: Kondisi Resto dan Warung Makan di Semarang saat PPKM Level 4 : Kalau Buka Malah Rugi

Baca juga: Airlangga Bertemu Gibran di Solo, Apakah Ada Kaitannya dengan Pemilu 2024? Ini Jawaban Keduanya

Baca juga: 5 Aplikasi Penghasil Pulsa 2021, Selesaikan Misi Dapat Token Gratis

Baca juga: Hasil Liga Inggris: Liverpool Menang Seperti Chelsea, Mohamed Salah Cetak Rekor

Sudarmono satu di antara pengusaha hotel yang harus merasakan dampak saat pelaksanaan PPKM Darurat.

Dia harus merumahkan karyawan lantaran tidak ada tamu yang datang ke hotelnya.

"Tahun ini kami harus merumahkan karyawan karena tidak mampu membayar operasional. Ada sekitar 12 orang yang dirumahkan," jelas pemilik hotel The Happinezz Hill saat ditemui Tribun Jateng, Sabtu (14/8/2021).

Menurutnya, berbeda tahun 2020,  masih memiliki tabungan di tahun 2019 masih bisa membayar gaji karyawannya. Namun upah yang dibayarkan ke karyawan hanya dibayarkannya separuhnya.

"Tahun ini tidak ada tamu yang datang karena banyak pembatasan. Mereka terkendala persyaratan saat akan ke Karimunjawa," jelasnya.

Sudar mengatakan tidak hanya pengusaha yang terdampak PPKM. Hal ini juga berdampak kepada  para pekerja.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved