Breaking News:

Berita Kabupaten Tegal

Keterbatasan Fisik Tak Halangi Perjuangan Sidik Cari Nafkah, Hidupi Kedua Orangtuanya yang Sakit

Nur Sidik, dengan keterbatasan fisik yang ia miliki tak menyurutkan semangatnya tetap mencari nafkah untuk kedua orangtuanya yang sudah renta.

Penulis: Desta Leila Kartika | Editor: moh anhar
TRIBUN JATENG/DESTA LEILA KARTIKA
Nur Sidik (40), pria penyandang disabilitas yang tetap semangat mencari nafkah dengan berjualan makanan ringan secara keliling menggunakan kursi roda. Sidik terlihat sedang berkeliling menjajakan barang dagangannya, Minggu (15/8/2021).  

TRIBUNJATENG.COM, SLAWI - Kisah inspiratif yang mengajarkan makna "berjuang" sesungguhnya datang dari Nur Sidik, dengan keterbatasan fisik yang ia miliki tak menyurutkan semangatnya tetap mencari nafkah untuk kedua orangtuanya yang sudah renta dan dalam kondisi sakit.

Alih-alih memanfaatkan keterbatasan fisik (cacat pada bagian kaki) yang ia derita untuk meminta belas kasih orang-orang di sekitarnya, Sidik lebih memilih berusaha sendiri dengan bantuan kursi roda ia berkeliling menjual makanan ringan (camilan) meski uang yang didapat tidak seberapa.

Ditemui saat sedang menjajakan barang dagangannya di depan Gor Trisanja Slawi, lelaki berusia 40 tahun ini tetap menebarkan senyum meski wajah lelahnya tidak dapat ditutupi.

Setiap hari Senin-Jumat Sidik berkeliling di area Slawi dan sekitarnya mulai pukul 08.00 WIB - 12.00 WIB. 

Baca juga: Suami Ditembak Selingkuhan Istri di Depan Anaknya Usia 6 Tahun: Pura-pura Mati Hingga Dikenal Putri

Baca juga: Bantu Anak Yatim, Diana Listyo Istri Kapolri Akan Luncurkan Program Aku Sedulurmu di Semarang

Baca juga: 2 Pelaku Pencurian Dump Truk di Banyumas Ditangkap Polisi, Modusnya Pecahkan Kaca Pintu

Terik sinar matahari sudah menjadi makanan sehari-harinya, peluh keringat tidak menyurutkan semangatnya untuk tetap berkeliling melewati jalan beradu dengan kendaraan lainnya.

Saat ditemui Tribunjateng.com, Sidik bercerita mengenai awal mula perjuangannya memutuskan untuk menjual makanan ringan dengan cara berkeliling.

Kisah perjuangan Sidik: 

Awalnya sekitar tahun 2017 Sidik sempat mendapat bantuan dari salah satu temannya kemudian ia gunakan untuk membuka warung sembako kecil-kecilan.

Namun warung tersebut tidak bertahan lama hanya sekitar satu tahun karena Sidik mengalami hal apes yaitu kerampokan.

Semua barang berharganya seperti dua handphone, kartu ATM, kartu BPJS, uang tunai untuk belanja kebutuhan warungnya juga diambil.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved