Breaking News:

Berita Pekalongan

Satgas Covid Pekalongan Razia Geden, Puluhan Pemuda Rapid Test

Dalam rangka menekan angka penyebaran Covid-19 di wilayah Kabupaten Pekalongan, tim gabungan satgas Covid-19 Kota Santri menggelar patroli skala besar

Penulis: Indra Dwi Purnomo | Editor: Daniel Ari Purnomo
TRIBUN JATENG/INDRA DWI PURNOMO
Sejumlah warga terjaring operasi PPKM darurat level 3 di pos Tugu Nol perempatan Sibedug Kajen langsung dilakukan tes rapid antigen. 

TRIBUNJATENG.COM, KAJEN - Dalam rangka menekan angka penyebaran Covid-19 di wilayah Kabupaten Pekalongan, tim gabungan satgas Covid-19 Kota Santri menggelar patroli skala besar saat PPKM level 3, Sabtu (14/8/2021) hingga Minggu (15/8/2021) dini hari.

Dari operasi ini, terjaring puluhan pemuda yang sedang nongkrong dipinggir jalan. Kemudian, para pemuda ini pun langsung mengikuti rapid test antigen yang dilakukan tenaga medis di pos Tugu Nol perempatan Sibedug Kajen.

Para pemuda yang terjaring langsung didata oleh petugas dan berdiri dengan saling mengantre.

"Ada tiga tim yang disebar dalam operasi gabungan ini. Hasilnya 78 orang yang diperiksa terjaring operasi yustisi disaat PPKM darurat level 3, dari hasil tersebut satu orang dinyatakan positif Covid-19," kata Kapolres Pekalongan AKBP Arief Fajar Satria kepada Tribunjateng.com.

Kemudian, untuk masyarakat yang hasilnya positif Covid-19, langsung dibawa ke Puskesmas Kesesi 1 untuk menjalani isolasi mandiri terpusat di puskesmas tersebut.

"Patroli ini digelar tujuannya untuk meminimalisir penyebaran Covid-19 di Kabupaten Pekalongan," imbuhnya.

Selain itu, pihaknya juga masih melakukan penyekatan jalan-jalan yang akan masuk ke Kabupaten Pekalongan.

"Penyekatan jalan masih dilakukan, satu tim berada dari wilayah Karanganyar-Kajen dan satu tim lagi berada di Kajen-Wiradesa," ucapnya.

Pihaknya mengungkapkan, kegiatan ini akan terus dilakukan secara berkala. Sementara untuk lokasinya, bakal dipilih secara acak.

"Setiap malam kita sidak, begitu ada kerumunan langsung kita periksa. Lokasinya bisa dua bisa juga tiga lokasi dan itu berbeda-beda," ungkapnya.

AKBP Arief mengimbau kepada warga, agar tetap disiplin menjaga protokol kesehatan dan menghindari kerumunan.

Sementara itu, Dinda Lestari (17) warga Blado, Kabupaten Batang mengaku baru pertama kali dirapid antigen.

"Terkena razia perasaannya takut dan panik. Saya baru pertama kali dirapid antigen rasanya sakit sekali," kata Dinda.

Ia terjaring razia karena baru pulang nongkrong di wilayah Kajen.

"Alhamdulillah hasilnya negatif," imbuhnya. (Dro)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved